Pusdal LH Sulawesi dan Maluku Jalin Kerja Sama dengan Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, Dorong Pengembangan Eco-Rehabilitasi Berkelanjutan

Makassar – Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerja sama dengan Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka dalam rangka pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) serta pengembangan program eco-rehabilitasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (19/06/2026) pukul 14.00 WITA hingga selesai di Kantor Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, Jalan Batara Bira VI Nomor 35, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

 

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan upaya rehabilitasi penyalahgunaan narkotika dengan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Melalui program eco-rehabilitasi, kedua instansi berkomitmen untuk menciptakan lingkungan rehabilitasi yang sehat, produktif, dan ramah lingkungan bagi para penerima manfaat di Balai Rehabilitasi BNN Baddoka.

Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, dr. Iman Firmansyah, S.H., M.H., Sp.KJ., didampingi Kasubag Tata Usaha Mundihartini Rahayu Praptinigtyas, S.K.M., M.Tr.Adm.Kes., Ketua Tim I Penanganan Medis drg. Neni Kurniati Majid, S.K.M, M.Tr.Kes., Ketua Tim II Penanganan Konselor Lisnawati, S.Kep., Ns, beserta jajaran pegawai Balai Rehabilitasi BNN Baddoka.

 

Sementara itu, dari pihak Pusdal LH Sulawesi dan Maluku hadir langsung Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., didampingi Kasubag Tata Usaha Rina Triany M., S.E., M.A.P. serta jajaran pejabat fungsional dan staf Pusdal LH Suma.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, dr. Iman Firmansyah, S.H, M.H, Sp.KJ, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Pusdal LH Sulawesi dan Maluku. Menurutnya, pendekatan rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan kesehatan fisik dan mental klien, tetapi juga perlu didukung oleh lingkungan yang sehat dan kegiatan produktif yang mampu membangun karakter serta tanggung jawab sosial.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari penguatan program rehabilitasi yang lebih komprehensif. Melalui konsep eco-rehabilitasi, para klien tidak hanya mendapatkan layanan pemulihan dari ketergantungan narkotika, tetapi juga memperoleh edukasi dan pengalaman nyata dalam menjaga lingkungan. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran, kedisiplinan, serta keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar dr. Iman Firmansyah, S.H, M.H, Sp.KJ.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan rehabilitasi yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Balai Rehabilitasi BNN Baddoka terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung proses pemulihan yang lebih efektif.

 

Sementara itu, Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M, M.Si, M.H menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan implementasi nyata dari upaya penguatan edukasi lingkungan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penerima manfaat rehabilitasi narkotika.

“Pusdal LH Sulawesi dan Maluku memiliki komitmen untuk memperluas jangkauan edukasi lingkungan hidup kepada berbagai kelompok masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan program-program yang tidak hanya meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku melalui kegiatan nyata seperti pengelolaan sampah, penghijauan, pemanfaatan lahan produktif, dan berbagai bentuk kegiatan eco-rehabilitasi lainnya,” jelas Dr. Azri Rasul, S.K.M, M.Si, M.H.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif memiliki peran penting dalam mendukung proses rehabilitasi. Oleh karena itu, sinergi antara sektor lingkungan hidup dan sektor rehabilitasi menjadi langkah yang sangat relevan dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Kegiatan penandatanganan MoU berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Selain penandatanganan dokumen kerja sama, kedua belah pihak juga melakukan diskusi mengenai rencana program yang akan dilaksanakan ke depan, termasuk penyusunan kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi lingkungan hidup, pengelolaan sampah berbasis sumber, penghijauan kawasan rehabilitasi, serta berbagai kegiatan pemberdayaan yang mendukung konsep eco-rehabilitasi.

Melalui kerja sama ini, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku dan Balai Rehabilitasi BNN Baddoka berharap dapat membangun model rehabilitasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan individu, tetapi juga mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi tersebut diharapkan menjadi contoh kolaborasi antarinstansi pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *