Menteri Lingkungan Hidup, Ir. Muhammad Jumhur Hidayat, M.Si., menggelar pertemuan koordinasi tingkat pusat-daerah untuk membahas ancaman El Niño dan risiko kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pertemuan juga fokus mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta memastikan pengelolaan TPA memenuhi standar lingkungan.
Pertemuan yang dilaksanakan oleh Gubernur Sulawesi Selatan di Rujab yang di hadiri lansung olehMenteri Lingkungan Hidup, Ir, Muhammad Jumhur Hidayat, M.Si. yang didampingi oleh Ardiyanto Nugroho, S.Hut, M.M., Deputi Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup, Drs. Ade Palaguna Ruteka sebagai (Plt) Deputi Bidang PSLB3, Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., sebagai (Plt) Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) serta Irjen. Pol. Rizal Irawan, S.I.K. M.H. Deputi Bidang Penegakan Hukum LH, serta Pradipa Dinar Mukti sebagai Tenaga Ahli Bidang Data dan Spasial, Ari Prasetya, S.H., M.Hum. sebagai Direktur Sanksi Administrasi Lingkungan, dan Dra. Melda Mardalina, M.Sc., sebagai Direktur Penanganan Sampah beserta jajaran Kementerian Lingkungan Hidup. Turut hadir Kepala Pusat Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, S.T., Walikota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., serta para bupati dan wali kota dari Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Sidrap, Bone, Takalar, Sinjai, Bulukumba, dan Kota Parepare. Perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku dan pihak swasta, termasuk PT Semen Tonasa sebagai perusahaan off-taker, juga hadir.
Pertemuan berlangsung pada pagi hari tanggal 5 Agustus 2026, dimulai pada pukul 10.00 WITA dan berlanjut sampai selesai. Acara dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.
Pertemuan digelar sebagai respons atas prakiraan El Niño yang meningkatkan risiko kebakaran di wilayah TPA akibat kondisi kering dan bertambahnya sampah yang tidak terkelola. Selain itu, pertemuan bertujuan memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis (termasuk pihak swasta) untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang mampu mengurangi beban TPA, mengurangi emisi, dan meningkatkan nilai ekonomi dari sampah melalui skema off-take.
Pertemuan menghadirkan paparan data dan analisis spasial terkait titik panas, kapasitas TPA, serta peta risiko kebakaran yang disampaikan oleh Tenaga Ahli Bidang Data dan Spasial serta tim Pusat Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku. Diskusi melahirkan rencana aksi terintegrasi: percepatan investasi fasilitas pengolahan sampah (termasuk instalasi pengomposan, RDF/biomassa, dan fasilitas daur ulang), peningkatan kapasitas pengelolaan TPA melalui pelatihan teknis bagi pengelola daerah, penerapan standar minimal operasional lingkungan untuk TPA, dan pengembangan mekanisme pembiayaan bersama pemerintah pusat, daerah, dan mitra off-taker. PT Semen Tonasa diposisikan sebagai mitra off-taker untuk pemanfaatan residu energi dan bahan baku alternatif.
Menteri Lingkungan Hidup, Ir. Muhammad Jumhur Hidayat, M.Si., dalam sambutannya menekankan urgensi langkah cepat menghadapi ancaman El Niño dan potensi kebakaran di TPA.
“Kita menghadapi musim kemarau yang dipicu oleh fenomena El Niño dengan risiko kebakaran yang meningkat, terutama di lokasi TPA yang tidak dikelola secara baik. Oleh karena itu, pemerintah pusat berkomitmen mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang modern dan ramah lingkungan, serta memastikan setiap TPA menerapkan standar operasional minimal untuk mencegah kebakaran dan dampak kesehatan masyarakat,” kata Menteri Jumhur.
Ia menambahkan bahwa Kementerian akan memperkuat pengawasan, memberikan dukungan teknis dan akses pendanaan, serta memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dan mitra industri untuk penerapan solusi pengolahan limbah skala regional.
Senada dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, S.T., menyambut inisiatif tersebut dan menegaskan kesiapan provinsi mendukung realisasi program.
“Pemerintah provinsi berkomitmen menyediakan lahan yang layak, regulasi pendukung, dan koordinasi lintas kabupaten-kota untuk mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan mitra seperti PT Semen Tonasa sangat penting untuk mengubah tantangan sampah menjadi peluang ekonomi dan energi terbarukan,” ujar Gubernur Andi Sudirman.

Ia juga meminta seluruh bupati/wali kota memastikan kesiapan teknis dan regulasi di daerah masing-masing agar proyek dapat berjalan cepat dan berkelanjutan.
Hasil dan Rencana Tindak Lanjut
- Penyusunan peta prioritas TPA berisiko kebakaran berdasarkan data spasial, suhu, dan kondisi sanitasi.
- Percepatan tender dan investasi untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpilih, dengan skema pembiayaan campuran (APBN/APBD dan investasi swasta).
- Implementasi standar minimum operasional TPA yang mencakup sistem pengelolaan gas, drainase, pemadaman dini, dan pengawasan titik panas.
- Program pelatihan teknis dan manajemen TPA bagi petugas daerah yang akan difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
- Pembentukan forum koordinasi pusat-daerah-mitra untuk monitoring berkala dan evaluasi pelaksanaan.
PT Semen Tonasa hadir sebagai perusahaan off-taker yang akan memanfaatkan bahan alternatif dari pengolahan sampah untuk keperluan industri, membantu menciptakan nilai tambah ekonomi dari sampah, sekaligus mendukung praktik circular economy. Hadirnya sektor swasta diharapkan mempercepat pembiayaan dan penerapan teknologi yang dibutuhkan.
Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan
Langkah percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah dan penerapan standar operasional minimal diharapkan menurunkan insiden kebakaran di TPA, mengurangi emisi gas rumah kaca, menurunkan polusi udara dan ancaman kesehatan, serta menciptakan lapangan kerja baru dan peluang bisnis daur ulang di tingkat lokal.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada 5 Agustus 2026 menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra strategis untuk mengatasi ancaman El Niño dan risiko kebakaran di TPA lewat percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Rencana tindak lanjut yang disepakati kini memasuki tahap perencanaan rinci dan pembiayaan, dengan target implementasi prioritas pada kuartal berikutnya.
