MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tingkat Provinsi Tahun 2026 di Ruang Rapat Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa, 3 Maret 2026. Pertemuan strategis ini mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”.
Arahan Gubernur: Dari Penanganan Stunting hingga Literasi Visual Lingkungan
Dalam sambutan pembukaannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, S.T., menegaskan bahwa keberhasilan program Bangga Kencana merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi berkualitas. Beliau menekankan bahwa penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan melalui kolaborasi lintas sektor. Menurut Gubernur, kualitas hidup anak-anak Sulawesi Selatan tidak hanya ditentukan oleh kecukupan gizi, tetapi juga oleh lingkungan tempat mereka tumbuh.

Terkait aspek lingkungan, Gubernur menyoroti bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pembentukan budaya masyarakat dalam mengelola sampah. Beliau memberikan kritik terhadap rendahnya kesadaran memilah sampah meskipun infrastruktur telah tersedia.
“Kita harus jujur bahwa ketersediaan tempat sampah tematik yang berwarna-warni belum menjadi jaminan perubahan perilaku. Sering kali, saat wadah tersebut dibuka, isinya masih tercampur tanpa pemilahan yang benar,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya membangun “literasi visual” agar masyarakat secara naluriah memahami sistem pemilahan berdasarkan kode warna. Beliau mencontohkan bagaimana mata harus dibiasakan untuk mengenali warna hijau sebagai wadah khusus sampah organik atau sisa makanan. Selain itu, Gubernur sedang merumuskan program “Budaya Mengantongi Sampah” yang menyasar anak-anak sekolah agar mereka terbiasa mengelola sampah secara mandiri, sekaligus menjadi teguran bagi orang dewasa untuk tidak lagi membuang sampah maupun puntung rokok sembarangan di ruang publik.
Kolaborasi Strategis: Pusdal LH Sulawesi dan Maluku dan BKKBN Sulsel
Kegiatan Rakorda ini dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku – KLH/BPLH (Pusdal LH Suma), Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., yang didampingi oleh Kepala Bidang Wilayah II, Arnianah Alwi, S.Si., M.Si., serta Pejabat Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda, Najhah Aris, S.H., M.H.

Kehadiran jajaran pimpinan Pusdal LH Suma ini sekaligus mengawal langkah konkret integrasi isu lingkungan ke dalam program keluarga melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku dan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
PKS ini ditandatangani oleh Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H. (Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku) dan Shodiqin, SH, MM (Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel). Kerja sama ini berfokus pada Pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup di wilayah Sulawesi Selatan.

Poin-poin utama dalam kerja sama tersebut meliputi:
- Pemanfaatan Tenaga Penyuluh: BKKBN Sulsel akan menugaskan tenaga penyuluh KB untuk melakukan edukasi pengelolaan sampah hingga tingkat dusun dan desa.
- Dukungan Sumber Daya: Pusdal LH Suma akan menyediakan materi penyuluhan, teknologi, serta melakukan monitoring dan evaluasi program.
- Sinergi Program: Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui integrasi program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Perjanjian ini berlaku selama dua tahun ke depan dan diharapkan menjadi pedoman dalam menyinergikan sumber daya untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi keluarga-keluarga di Sulawesi Selatan. Dengan adanya kolaborasi ini, Rakorda Bangga Kencana 2026 tidak hanya fokus pada target kuantitatif kependudukan, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang bersih dan berkelanjutan sesuai visi Indonesia Emas 2045.

