Peringati Hari Bumi 2026, Pusdal LH Suma Gelar Gerakan Nasional Indonesia Asri di Pesisir Untia Makassar

Makassar – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 2026, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) menggelar kegiatan “Gerakan Nasional Indonesia Asri” bersama Konservasi Mangrove Camp di kawasan pesisir Untia, Desa Nelayan, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar, Sabtu (25/4/2026).

 

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup terkait pelaksanaan aksi bersih lingkungan (korve) di berbagai wilayah, khususnya kawasan pesisir dan fasilitas umum.

Aksi yang dilakukan berupa kerja bakti massal untuk membersihkan sampah di kawasan pesisir Untia. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye nasional Gerakan Nasional Indonesia Asri sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

 

Kegiatan dipimpin oleh Kabidwil II Pusdal LH Suma Arnianah Alwi, S.Si., M.Si., serta dihadiri Kasubag Tata Usaha Pusdal LH Suma, Rina Triany, S.E., M.A.P., bersama pejabat fungsional, staf, dan tenaga kontrak. Turut hadir perwakilan BKSDA, Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Mustari Tepu, S.Hut., M.Sc., IPM., Bapedas Sulawesi Selatan, Dharma Wanita Persatuan Pusdal LH Suma, serta unsur masyarakat seperti PKK Kelurahan Untia, Kampung Siaga Bencana (KSB), RT/RW, dan komunitas lingkungan.

Ketua Konservasi Mangrove Camp, Anwar Nanring, bersama komunitas pecinta alam dan masyarakat setempat juga aktif terlibat dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Arnianah Alwi menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dimulai dari rumah tangga.

“Kita harus mulai dari pemilahan sampah di rumah. Ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendukung penanganan sampah kota secara menyeluruh,” tegasnya.

Sementara itu, Rina Triany menegaskan bahwa keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi semua elemen.

“Melalui Gerakan Nasional Indonesia Asri ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Harapannya, gerakan ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan BKSDA, Mustari Tepu, turut mengingatkan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

“Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagaimana kita membangkitkan kembali semangat cinta lingkungan yang harus terus dijaga dan tidak boleh dirusak,” ungkapnya.

Ketua Konservasi Mangrove Camp, Anwar Nanring, menyambut baik kolaborasi lintas sektor dalam kegiatan ini.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan semua pihak. Mangrove adalah pelindung pesisir sekaligus sumber kehidupan masyarakat. Menjaga kebersihan dan kelestariannya harus menjadi komitmen bersama,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan serta melibatkan lebih banyak generasi muda sebagai agen perubahan.

 

Dalam aksi ini peserta diperkirakan 200 orang dan sampah yang berhasil dikumpulkan sebanyak 50 kantong sampah dengan jumlah total 489 kg yang keseluruhan adalah sampah anorganik.

Kawasan pesisir Untia sendiri dikenal memiliki potensi ekosistem mangrove yang penting, namun masih menghadapi persoalan sampah. Diperkirakan sekitar 20 persen sampah di kawasan tersebut belum terkelola dengan baik, yang berpotensi merusak lingkungan dan berdampak pada kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pusdal LH Suma berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Gerakan Nasional Indonesia Asri diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, khususnya di wilayah pesisir Kota Makassar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *