Dalam upaya memperkuat kinerja pengelolaan sampah di Kota Bitung, Pemerintah Kota bersama Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi Maluku menggelar pertemuan koordinasi strategis yang dihadiri langsung oleh Walikota Bitung, Hengky Honandar, SE dan Kepala Pusdal LH Sulawesi Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianti Dumbela, S.E., M.A.P., serta Kepala Bidang Wilayah I Pusdal LH Sulawesi Maluku, Andi Samra Salam, S.E., M.Si.
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi sekaligus penegasan komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola sampah, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan dan keterbatasan anggaran. Namun demikian, kedua pihak menegaskan sikap optimis bahwa penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta inovasi model pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi kunci dalam mengatasi tantangan tersebut.

Kota Bitung merupakan salah satu kota industri dan pelabuhan yang memiliki dinamika pertumbuhan ekonomi sangat cepat. Pertumbuhan tersebut berdampak pada meningkatnya timbulan sampah, baik dari aktivitas domestik, industri, maupun sektor perikanan. Dengan karakter wilayah yang berada di kawasan pesisir dan memiliki perairan strategis, persoalan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan daratan, tetapi juga berpotensi mengancam ekosistem laut dan kawasan konservasi.
Walikota Bitung, Hengky Honandar, S.E. dalam arahannya menegaskan bahwa pihaknya menyadari kompleksitas persoalan yang muncul dalam pengelolaan sampah. Namun, Pemerintah Kota berkomitmen mencari solusi yang adaptif dan berkelanjutan.
“Kita memang menghadapi keterbatasan anggaran, tetapi bukan berarti langkah-langkah penguatan pengelolaan lingkungan harus berhenti. Kita harus kreatif, kolaboratif, dan melibatkan semua elemen masyarakat,” ujarnya.

Penguatan Teknis dan Monitoring Pengelolaan Sampah
Kepala Pusdal LH Sulawesi Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H. menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan pendampingan teknis, pembinaan, serta peningkatan kapasitas SDM, khususnya terkait pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), pengurangan sampah dari sumber, dan penataan data pelaporan pengelolaan sampah melalui sistem SIPSN (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional).
“Salah satu penguatan utama adalah memastikan pengelolaan sampah berbasis data yang akurat. Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, terlebih dalam distribusi anggaran yang terbatas,” kata Azri Rasul.

Beliau juga menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat mengenai sampah. Sampah harus dilihat bukan sekadar residu yang dibuang, tetapi sumber daya yang dapat diolah kembali melalui daur ulang, composting, hingga model ekonomi sirkular.
Peran DLH Kota Bitung dalam Mendorong Gerakan Kolektif
Kepala DLH Kota Bitung, Merianti Dumbela, S.E., M.A.P. menambahkan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah program strategis, termasuk sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga, sampai dengan penutupan TPA dengan tanah secara berkala. Selain itu, merianti menegaskan bahwa selain program rutin, tantangan terbesar adalah bagaimana membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Gerakan pengurangan sampah tidak akan efektif tanpa partisipasi aktif warga dan kolaborasi lintas sektor. Kota Bitung terus mendorong gerakan lingkungan berbasis komunitas, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan,” jelasnya.

Penguatan Wilayah dan Konektivitas Program
Sementara itu, Kepala Bidang Wilayah I Pusdal LH Sulawesi Maluku, Andi Samra Salam, S.E., M.Si. menekankan pentingnya konektivitas antar wilayah dalam pengelolaan lingkungan hidup, termasuk berbagi praktik baik dalam penanganan sampah.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan wilayah memungkinkan percepatan pembinaan, evaluasi, dan percepatan dukungan teknis dari pusat.
“Kolaborasi antar kabupaten/kota memungkinkan percepatan inovasi. Kita ingin Bitung tidak berjalan sendiri, kami dari Bidang Wilayah I Pusdal Sulawesi Maluku siap menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan hidup di Kota Bitung,” tegasnya.
Peninjauan Lapangan: Penguatan Pengelolaan TPA Aertembaga
Usai melakukan pembahasan kebijakan, rombongan Pusdal LH dan DLH Kota Bitung melakukan kunjungan langsung ke TPA Aertembaga. Kunjungan ini difokuskan pada peninjauan proses penutupan sampah dengan tanah urug (cover soil) sebagai bagian dari pengendalian pencemaran dan bau, serta pencegahan berkembangnya vektor penyakit.

Dalam kunjungan tersebut, Kapusdal LH memberikan arahan teknis kepada pengelola TPA terkait:
- Pentingnya ritme penutupan sampah harian dan mingguan agar lapisan sampah tidak terbuka terlalu lama.
- Pengaturan lokasi timbunan
- Pengaturan drainage lindi untuk mencegah pencemaran ke badan air sekitar.
“Penutupan lapisan sampah dengan tanah atau cover soil adalah tahapan penting dalam sanitary landfill. Ini bukan hanya prosedur teknis, tetapi upaya perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kedisiplinan rutinitas penutupan sangat berpengaruh,” tegas Azri Rasul di lokasi TPA.

Kepala DLH Merianti Dumbela, S.E., M.A.P. menyampaikan bahwa pihaknya terus mengupayakan ketersediaan material tanah urug secara berkala, meskipun terkendala keterbatasan biaya operasional alat berat dan transportasi tanah.
“Kami terus bergerak. Walaupun anggaran terbatas, upaya teknis tetap berjalan. Dukungan pembinaan dari Pusdal LH sangat berarti bagi kami,” ucapnya.
Komitmen bersama ini diharapkan menjadi pijakan kuat dalam memperkuat tata kelola sampah yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan untuk masa depan Kota Bitung yang bersih dan sehat.

