Manado, 5 Juni 2026 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan aksi korve atau kerja bakti bersama di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW) II, Kota Manado, Jumat (5/6). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026.
Apel diikuti oleh sekitar 400 peserta yang berasal dari jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, instansi vertikal, BUMN, dunia usaha, organisasi masyarakat, komunitas peduli lingkungan, kelompok bank sampah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang memiliki komitmen dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Turut hadir Kepala Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Andi Samra Salam, S.E., M.Si., beserta jajaran staf. Kehadiran sekitar 400 peserta dari berbagai unsur tersebut menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan perlindungan kawasan pesisir.

Kehadiran Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan hidup yang dilaksanakan di Sulawesi Utara. Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan dapat semakin memperkuat pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan lingkungan hidup di daerah.
Bertindak sebagai Pembina Apel, Gubernur Sulawesi Utara memimpin jalannya upacara yang diawali dengan laporan pelaksanaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Dalam laporannya disampaikan berbagai kegiatan dan upaya yang telah dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang menekankan pentingnya aksi nyata seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa tantangan lingkungan saat ini, seperti pencemaran, timbulan sampah, degradasi ekosistem, dan dampak perubahan iklim, membutuhkan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan dari semua pihak.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan simbolis alat kebersihan pantai oleh Pembina Apel kepada perwakilan peserta. Penyerahan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis aksi nyata.
Selain itu, dilakukan pula penyematan seragam Pengawas Lingkungan Hidup kepada Aparatur Sipil Negara yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi nasional di bidang pengawasan lingkungan hidup. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung pengawasan, pengendalian, dan penegakan hukum lingkungan hidup di daerah.

Usai pelaksanaan apel, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan aksi korve atau kerja bakti massal di kawasan Malalayang Beach Walk. Kegiatan tersebut difokuskan pada pembersihan sampah di area pantai dan fasilitas umum sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengurangan sampah dan penerapan pola hidup ramah lingkungan.
Aksi bersih pantai ini melibatkan unsur pemerintah, dunia usaha, komunitas lingkungan, kelompok bank sampah, relawan, serta jajaran Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku yang turut berpartisipasi langsung dalam kegiatan korve. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Berdasarkan hasil aksi bersih pantai yang dilaksanakan, berhasil dikumpulkan sampah dengan rincian sebagai berikut:
- Sampah Anorganik: 13 kilogram
- Sampah Campuran: 386 kilogram
- Total Sampah Terkumpul: 399 kilogram

Hasil tersebut menunjukkan tingginya partisipasi dan kepedulian seluruh peserta terhadap kebersihan lingkungan. Di sisi lain, jumlah sampah yang masih ditemukan di kawasan pesisir menjadi pengingat bahwa upaya pengurangan sampah, pemilahan dari sumber, serta perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah perlu terus ditingkatkan secara berkelanjutan.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup terus meningkat. Kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui keterlibatan pemerintah daerah, Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pengurangan sampah, pengendalian pencemaran, perlindungan sumber daya alam, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Sulawesi Utara diharapkan dapat terus menjadi daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.

