Malino, Gowa – Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) hadir memberikan edukasi lingkungan dalam kegiatan Scout Leadership Camp (SLC) ShareEdu Regional VI 2025.
Acara ini digelar di Bumi Perkemahan Parang Bugisi (Parabus Camp), Malino, Kabupaten Gowa, sejak 16 hingga 20 Oktober 2025. Kegiatan diikuti peserta dari berbagai daerah di Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan mengusung semangat “Bertemu – Bersahabat – Bergembira.”
Pembinaan Karakter dan Edukasi Lingkungan Pusdal LH Suma
Kegiatan SLC ShareEdu merupakan ajang pembinaan karakter kepemimpinan bagi generasi muda, terutama anggota Pramuka. Mereka diajak memahami pentingnya tanggung jawab sosial serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Dalam kesempatan ini, Pusdal LH Suma memberikan edukasi lingkungan tematik dengan fokus pada pengelolaan maggot dan sistem bank sampah. Kedua topik ini menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

Edukasi Lingkungan dan Konsep Ekonomi Sirkular
Selain memberikan materi, Pusdal LH Suma juga membuka sesi interaktif bersama peserta. Mereka diajak memahami bagaimana sampah organik bisa diolah menjadi sumber daya baru melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.
Kemudian, peserta juga belajar cara mendirikan bank sampah di sekolah dan komunitas Pramuka, sebagai wadah pembelajaran aksi nyata peduli lingkungan.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melatih keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung.

Pesan dari Kasubbag Tata Usaha Pusdal LH Suma
Kasubbag Tata Usaha Pusdal LH Suma, Rina Triyani, menegaskan pentingnya kegiatan kepemudaan sebagai bagian dari misi edukasi lingkungan berkelanjutan.
“Kami ingin menanamkan nilai pengelolaan lingkungan kepada generasi muda sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, peserta belajar teori sekaligus praktik. Pramuka adalah wadah yang tepat untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan,” ujar Rina Triyani.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam membangun budaya hijau di kalangan pelajar dan komunitas.
“Kami berharap peserta dapat menularkan ilmu yang diperoleh ke sekolah dan lingkungannya. Dari kegiatan kecil seperti pengelolaan sampah dan bank sampah, kita bisa membangun perubahan besar untuk bumi,” tambahnya.

Sinergi, Kepemimpinan, dan Kepedulian
Lebih lanjut, kegiatan Scout Leadership Camp ShareEdu juga berisi sesi pengembangan diri, diskusi kebangsaan, serta simulasi kepemimpinan lapangan.
Melalui kegiatan lintas daerah ini, peserta dari Sulawesi, Maluku, dan Papua diajak menumbuhkan solidaritas dan semangat kepemimpinan hijau.
Dengan begitu, mereka dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran ke dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

Generasi Muda sebagai Agen Perubahan Hijau
Melalui kegiatan ini, Pusdal LH Suma berharap agar generasi muda semakin sadar bahwa pengelolaan lingkungan bukan hanya teori, melainkan aksi nyata. Edukasi maggot dan bank sampah menjadi langkah awal menciptakan ekosistem hijau di kalangan pelajar dan Pramuka.
Akhirnya, Scout Leadership Camp ShareEdu Regional VI 2025 bukan sekadar perkemahan pendidikan, tetapi juga ruang sinergi antardaerah. Dari sinilah lahir pemimpin muda berkarakter, berwawasan lingkungan, dan siap berkontribusi untuk pembangunan berkelanjutan Indonesia Timur.

Oleh Tim HUMAS PUSDAL LH SUMA

