Makassar, 23/04/26 – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) bersama sekolah-sekolah Adiwiyata melaksanakan aksi nyata penghijauan melalui pembagian 4.000 bibit tanaman kepada siswa dan masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian bumi.
Kegiatan yang berlangsung di tiga sekolah, yakni SDN Bulurokeng, SD Inpres Baddoka, dan SDN Tamalanrea 2, dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Wilayah Pusdal LH Suma, Arnianah Alwi, S.Si., M.Si. Dalam pelaksanaannya, Arnianah didampingi oleh Ellyana Said, Firna Sofianti, dan Apriady sebagai pejabat fungsional yang turut berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Arnianah Alwi menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan. Menurutnya, pembagian 4.000 bibit ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah strategis untuk membangun budaya cinta lingkungan yang berkelanjutan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Sekolah Adiwiyata memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam nilai, kesadaran, dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan penghijauan diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan yang akan terus terbawa hingga dewasa. Dengan demikian, gerakan kecil yang dimulai dari lingkungan sekolah dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan ekosistem di masa depan.
Pembagian bibit dilakukan secara simbolis kepada perwakilan siswa dan guru di masing-masing sekolah. Bibit yang dibagikan terdiri dari berbagai jenis tanaman produktif dan tanaman peneduh yang dapat ditanam di lingkungan sekolah maupun di rumah siswa. Selain itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, cara menanam yang baik, serta manfaat pohon bagi kehidupan. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya menerima bibit, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menanam pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pendidikan lingkungan.
Kepala UPT SPF SDN Bulurokeng, Muhammad Yusuf, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat relevan dalam membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pusdal LH Suma atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Melalui kegiatan ini, siswa kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menjaga lingkungan. Ini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala UPT SPF SD Inpres Baddoka, Zulkarnain Hidayat, yang menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan hijau.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat program Adiwiyata di sekolah. Dengan adanya pembagian bibit ini, kami berharap siswa dapat lebih aktif dalam kegiatan penghijauan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala UPT SPF SDN Tamalanrea 2, Suhardi, S.Pd., Gr., menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam menanamkan kecerdasan ekologis kepada peserta didik.
“Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sekadar penanaman pohon, tetapi juga proses pembelajaran yang membentuk kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan. Harapan kami, bibit yang dibagikan dapat dirawat dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang,” tuturnya.

Ellyana Said dan Firna Sofianti turut memberikan pendampingan teknis Sekolah Adiwiyata kepada siswa dan Tenaga Pendidik. Menurutnya, pendekatan partisipatif seperti ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan. Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa. Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, gerakan penghijauan akan semakin luas dan memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi dampak perubahan iklim serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa tanggung jawab menjaga bumi tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Melalui kolaborasi antara Pusdal LH Suma dan sekolah Adiwiyata, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan ekologis yang tinggi. Dengan tersalurkannya 4.000 bibit ini, langkah kecil telah diambil untuk masa depan yang lebih hijau. Harapannya, setiap bibit yang ditanam akan tumbuh menjadi pohon yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.

