Pusdal LH Sulawesi Maluku Bersama Pesantren IMMIM Gelar Eco-Pesantren Exhibition 2025

Makassar, 9 November 2025 — Mall Nipah Makassar menjadi saksi semarak kegiatan Eco-Pesantren Exhibition 2025 bertema “Friends with Earth, Inspired by Faith”. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 November 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara Pondok Pesantren Modern Pendidikan Al-Qur’an IMMIM Putra Makassar dan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH SUMA-KLH).

 

Pameran ini bertujuan menggugah kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, santri, dan pengunjung mall, tentang pentingnya menjaga lingkungan serta menerapkan gaya hidup hijau berdasarkan nilai-nilai Islam. Lebih dari sekadar pameran, acara ini menjadi wadah ekspresi santri untuk menampilkan kreativitas mereka dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan yang bersumber dari ajaran keimanan.

 

Menebar Semangat Hijau Berbasis Iman

Sebagai lembaga pendidikan Islam, Pesantren IMMIM Putra tidak hanya berfokus pada penguatan keagamaan dan akademik, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Melalui kegiatan Eco-Pesantren Exhibition 2025, IMMIM berupaya menumbuhkan kesadaran lingkungan pada generasi muda di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, penumpukan sampah plastik, dan penurunan kualitas lingkungan.

Kegiatan dua hari ini dikemas dalam bentuk pameran karya santri, pertunjukan seni islami bertema alam, serta berbagai workshop kreatif seperti:

  • Pembuatan ecobrick dari limbah plastik
  • Hidroponik mini untuk menanam sayur di ruang sempit
  • Produksi eco-enzyme dari limbah organik
  • Pembuatan kompos dan kerajinan daur ulang
  • Kampanye digital bertajuk #SekolahHijau

Sambutan dan Kolaborasi Inspiratif untuk Bumi

Ketua Panitia, Amadea Novanka, S.Psi., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat khususnya pelajar dan santri agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Direktur Pondok Pesantren Modern Pendidikan Al-Qur’an, Prof. Dr. KH. Muhammad Amri, Lc., M.Ag. yang menegaskan bahwa iman yang sempurna tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian terhadap alam sekitar.

 

“Kepedulian terhadap bumi adalah cerminan iman. Iman yang hidup bukan hanya tampak di masjid, tetapi juga dalam tindakan menjaga alam, mengelola sampah dengan bijak, dan menghargai ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Prof. Amri juga mengajak seluruh peserta untuk memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.

“Mari kita mulai dari diri sendiri, dari lingkungan kita, dari pesantren kita. Jadikan lingkungan sebagai bagian dari iman,” tambahnya penuh semangat.

 

Selanjutnya, Ketua Umum Yayasan Dakwah Islamiyah (YASDIC) IMMIM, Dr. Hj. Nur Fadjri Fadeli Luran, S.P., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, terutama dalam memperkuat konsep pesantren ramah lingkungan.

 

“Kegiatan seperti ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa pesantren juga mampu menjadi pionir dalam gerakan pelestarian lingkungan. Semoga semangat ini tidak berhenti di IMMIM, tapi menyebar ke seluruh lembaga pendidikan Islam di Indonesia,” ujarnya.

Sambutan tersebut juga dibarengi dengan penyerahan cinderamata khusus berupa karikatur penghormatan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Melinda Aksa Munafri.

Setelah itu, Melinda Aksa Munafri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Makassar Eco Circular Hub (MEC) memberikan sambutan dengan penuh apresiasi terhadap inisiatif IMMIM dalam menghadirkan kegiatan bernuansa ekologis di ruang publik.

 

“Gerakan seperti ini penting untuk menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya beriman dan berilmu, tetapi juga memiliki wawasan lingkungan. Harapannya, Makassar bisa menjadi kota yang tidak hanya maju, tapi juga hijau,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kesadaran hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Sinergi Bersama Pusdal LH SUMA-KLH untuk Generasi Hijau

Dalam sesi Talk Show, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup-KLH/BPLH, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Pusdal LH Sulawesi dan Maluku-KLH/BPLH, Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi terhadap inisiatif IMMIM.

“Saya bangga sekali. Awalnya kita hanya berbincang-bincang tentang bagaimana menjadikan pesantren berwawasan lingkungan, namun hari ini menjadi kenyataan. IMMIM telah membuktikan diri sebagai eco-pesantren sesungguhnya,” tuturnya haru.

Rina juga menjelaskan bahwa Eco-Pesantren merupakan bagian dari program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang sejalan dengan konsep Sekolah Adiwiyata, yakni membangun lembaga pendidikan yang berbudaya lingkungan, memiliki pengelolaan lingkungan hidup yang baik, serta komunitas yang peduli terhadap alam.

 

“Santri IMMIM telah menunjukkan bahwa iman, ilmu, dan lingkungan bisa berjalan beriringan. Inilah wujud nyata pendidikan yang menyentuh hati dan bumi,” tambahnya.

 

Dampak Nyata dan Harapan ke Depan

Melalui Eco-Pesantren Exhibition 2025, IMMIM Putra mempertegas komitmennya sebagai Pesantren Ramah Lingkungan (Eco-Pesantren) yang inovatif dan inspiratif.

Kegiatan ini memberi manfaat bagi berbagai pihak:

  • Bagi santri, sebagai wadah menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap bumi.
  • Bagi masyarakat, meningkatkan pemahaman serta semangat hidup ramah lingkungan.
  • Bagi pemerintah, membantu mendukung target nasional pengurangan sampah plastik dan pencapaian SDGs Tujuan 11, 12, dan 13.

 

Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Eco-Pesantren Exhibition 2025 menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu menjadi motor perubahan menuju masa depan bumi yang lebih hijau, bersih, dan beriman.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *