Manado, 7 November 2025 – Gerakan Jumpa Jas (Jum’at Pagi Jalan Ambil Sampah) kembali digelar di kawasan wisata Malalayang Beach Walk 2 (MBW2), Kota Manado. Kegiatan rutin ini menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat dan pemerintah terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir yang menjadi destinasi wisata unggulan Sulawesi Utara.
Aksi kebersihan tersebut melibatkan Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH SUMA-KLH), Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, serta aparatur dari Kecamatan Malalayang dan Kelurahan Malalayang 2. Sebanyak 40 peserta berpartisipasi aktif membersihkan area pantai dan fasilitas publik di sekitar MBW2.
Dukungan Pemerintah Kota Manado untuk Gerakan Bersih Lingkungan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Leon Piri, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas instansi dalam kegiatan Jumpa Jas ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat hingga masyarakat. Aksi seperti ini menunjukkan bahwa semangat menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab DLH, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujar Leon Piri.

Ia menambahkan, DLH Kota Manado berkomitmen terus mendukung kegiatan kolaboratif semacam ini untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
“Malalayang Beach Walk 2 adalah etalase wisata bahari Kota Manado. Jika bersih, maka pengunjung akan datang dengan nyaman, dan ekonomi masyarakat pun meningkat,” lanjutnya.

Menjaga Keindahan Kawasan Wisata Bahari Modern
Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WITA dengan apel pagi dan arahan dari Kepala Bidang Wilayah I Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Andi Samra Salam, S.E., M.Si. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya membangun budaya bersih yang berkelanjutan melalui kegiatan sederhana seperti Jumpa Jas.
“Kegiatan bersih lingkungan secara rutin adalah bagian dari arahan Menteri Lingkungan Hidup untuk menciptakan gerakan yang rutin, terukur, dan berkelanjutan. Tradisi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Andi Samra Salam.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah masing-masing.
“Kita perlu menanamkan kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri. Dengan langkah kecil seperti ini, kita bisa memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Malalayang Beach Walk 2 merupakan kawasan wisata bahari modern yang menjadi lanjutan dari proyek Malalayang Beach Walk I. Berlokasi di Kelurahan Malalayang 2, Kecamatan Malalayang, tempat ini memiliki fasilitas lengkap seperti promenade, taman bermain anak, spot foto, kios kuliner, hingga area UMKM. Tingginya aktivitas wisata dan perdagangan menjadikan kawasan ini rentan terhadap penumpukan sampah, sehingga aksi Jumpa Jas memiliki makna strategis dalam menjaga keindahan pantai.
Hasil Nyata dari Aksi Jumpa Jas
Dalam kegiatan Jumpa Jas kali ini, para peserta berhasil mengumpulkan:
- Sampah organik: 51 kg
- Sampah plastik: 82,5 kg
- Sampah beling: 0 kg
- Sampah residu: 97,3 kg

Total 230,8 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan ditangani dengan baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku bersama DLH Kota Manado berkomitmen menjadikan gerakan Jumpa Jas sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang tidak hanya membersihkan pantai, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat.


