Pusdal LH Suma Gelar Upacara Hari Kartini ke-147 di Makassar, Angkat Tema Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

Makassar, Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 yang jatuh pada 21 April 2026, Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) menggelar upacara peringatan Hari Kartini yang berlangsung khidmat di lapangan kantor Pusdal LH Suma, Jalan Perintis Kemerdekaan KM.17, Makassar, pada Selasa pagi pukul 07.30 Wita hingga selesai.

 

Kegiatan ini merupakan upacara resmi dalam rangka memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema “Pemberdayaan Perempuan, Kemandirian, dan Peran Strategis di Era Digital serta Inspirasi Lintas Generasi untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut mencerminkan semangat emansipasi perempuan yang terus relevan hingga saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digital.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Kepala Penegakan Hukum (Gakkum) sekaligus sebagai Pembina Upacara dalam kegiatan tersebut.

Hadir pula Kasubag TU Rina Triany, S.E., M.A.P. serta hadir para pejabat fungsional dan pelaksana di lingkungan Pusdal LH Suma. Selain itu, hadir pula beberapa staf Bidang Wilayah II, Kepala Bidang Wilayah I, Andi Samra Salam, S.E., M.Si., serta Kepala Bidang Wilayah III, Suwardi, S.T.P., M.Si., mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom bersama jajaran masing-masing.

 

Tidak hanya itu hadir juga beberapa pejabat dan staf dari Gakkum wilayah Sulawesi. Kehadiran juga diramaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusdal LH Suma, drg. Hj. Sukreni Abdullah, M,Kes. bersama seluruh anggota.

Peringatan Hari Kartini ini bertujuan untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesetaraan.

 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa, terutama dalam menghadapi era digital yang menuntut kemandirian, kreativitas, dan inovasi.

Dengan mengenakan kebaya sebagai busana khas Indonesia, para peserta perempuan menunjukkan penghormatan terhadap budaya nasional sekaligus simbol perjuangan perempuan Indonesia.

 

Penggunaan kebaya juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa bangga serta memperkuat identitas budaya di tengah modernisasi.

Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks sejarah singkat perjuangan Kartini, hingga amanat pembina upacara.

 

Dalam amanatnya, lhsan, S.P menekankan pentingnya peran perempuan dalam berbagai sektor, termasuk dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Ia juga menyampaikan bahwa perempuan memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan inovasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Selain itu beliau mengatakan pendidikan sebagai jalan pembebasan perempuan dan kunci masa depan bangsa melawan kompleksitas sistem sosial kolonial, kemajuan perempuan untuk terus bersinergi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak hanya diwujudkan dalam simbol, tetapi juga dalam tindakan nyata melalui pemanfaatan teknologi untuk mendukung kinerja dan kolaborasi.

 

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan Kartini dapat terus menginspirasi seluruh pegawai Pusdal LH Suma dan masyarakat luas untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa yang berkelanjutan dan berdaya saing di tingkat global.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *