Tiba di Palu, Menteri Lingkungan Hidup/BPLH Disambut Tari Adat dan Pemasangan Siga

Palu – Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia tiba di Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan mendapat sambutan adat yang hangat dan penuh makna budaya, Kamis (18/12/2025). Setibanya di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Menteri disambut dengan tarian tradisional khas Sulawesi Tengah serta prosesi pemasangan siga, penutup kepala adat yang melambangkan penghormatan dan penerimaan secara resmi oleh masyarakat Kaili.

Penyambutan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama Wakil Gubernur, Wakil Wali Kota Palu, Rektor Universitas Tadulako, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah. Kehadiran para pimpinan daerah ini mencerminkan kuatnya dukungan pemerintah daerah terhadap agenda nasional di bidang lingkungan hidup serta peran strategis pendidikan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.

Prosesi adat berlangsung khidmat dan sarat filosofi. Tarian penyambutan ditampilkan sebagai simbol kegembiraan dan penghormatan atas kedatangan tamu negara, sementara pemasangan siga menandai penerimaan Menteri sebagai bagian dari keluarga besar Sulawesi Tengah selama berada di daerah tersebut. Tradisi ini menjadi bentuk penghargaan masyarakat lokal terhadap kepemimpinan nasional yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem Indonesia.

 

Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Lingkungan Hidup/BPLH di Palu. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini memiliki arti strategis, tidak hanya bagi Universitas Tadulako, tetapi juga bagi komitmen daerah dalam memperkuat kebijakan dan aksi perlindungan lingkungan hidup.

“Kami menyambut dengan penuh kebanggaan kehadiran Bapak Menteri di Sulawesi Tengah. Kehadiran beliau menjadi motivasi besar bagi pemerintah daerah, akademisi, dan generasi muda untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan membangun daerah secara berkelanjutan,” ujar Gubernur.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Palu menilai kunjungan Menteri sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan perkotaan, perubahan iklim, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

“Kota Palu terus berbenah pascabencana dan mendorong pembangunan yang ramah lingkungan. Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup/BPLH memberikan semangat sekaligus arahan strategis bagi kami di daerah,” ungkapnya.

 

Kedatangan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH ke Palu memiliki agenda utama, yakni menyampaikan orasi ilmiah pada kegiatan Wisuda Angkatan ke-134 Universitas Tadulako. Kegiatan wisuda ini menjadi momen bersejarah bagi ribuan lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan bersiap mengabdikan diri di berbagai sektor pembangunan.

 

Rektor Universitas Tadulako menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas kesediaan Menteri untuk hadir dan memberikan orasi ilmiah pada acara puncak akademik tersebut. Menurutnya, kehadiran Menteri tidak hanya memberikan kebanggaan bagi civitas akademika, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para wisudawan dan wisudawati.

“Orasi ilmiah dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup/BPLH sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Isu lingkungan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari peran lulusan perguruan tinggi ke depan,” kata Rektor.

Ia menambahkan bahwa Universitas Tadulako terus mendorong penguatan riset dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada solusi lingkungan, sejalan dengan karakter Sulawesi Tengah yang kaya akan sumber daya alam namun juga rentan terhadap bencana ekologis.

 

Dalam orasi ilmiahnya yang dijadwalkan berlangsung pada sidang terbuka wisuda, Menteri Lingkungan Hidup/BPLH akan menekankan pentingnya peran generasi muda dan kalangan intelektual dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga agen perubahan yang memiliki kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial.

 

Kunjungan ini juga dimaknai sebagai penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan lingkungan global dan lokal. Forkopimda Sulawesi Tengah yang turut hadir dalam penyambutan menegaskan komitmen bersama untuk mendukung kebijakan nasional di bidang lingkungan hidup dan pengendalian dampak ekologis pembangunan.

Selain menghadiri kegiatan wisuda, rangkaian kunjungan Menteri Lingkungan Hidup/BPLH di Sulawesi Tengah diharapkan dapat mempererat komunikasi dan koordinasi lintas sektor, khususnya dalam penguatan tata kelola lingkungan hidup, peningkatan kesadaran publik, serta pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

 

Penyambutan adat yang hangat di awal kedatangan menjadi simbol kuat sinergi antara nilai-nilai budaya lokal dan visi pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan semangat bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan dari kearifan lokal dan peran masyarakat adat dalam menjaga keseimbangan alam.

 

Dengan kunjungan ini, Sulawesi Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi, inovasi, dan penguatan peran pendidikan tinggi dalam menjawab tantangan lingkungan hidup. Orasi ilmiah Menteri Lingkungan Hidup/BPLH pada Wisuda Angkatan ke-134 Universitas Tadulako diharapkan menjadi bekal moral dan intelektual bagi para lulusan untuk berkontribusi nyata bagi bangsa, daerah, dan keberlanjutan bumi di masa depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *