Makassar, Pesantren Modern Pendidikan Al-Qur’an IMMIM secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan momentum ‘Perjanjian Kerja Sama’ dengan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku KLH/BPLH. Hal tersebut berfokus pada penguatan program Pesantren Ramah Lingkungan atau Eco-Pesantren yang telah dibina selama ini.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilaksanakan bertepatan dengan gelaran akbar malam Ramah Tamah Milad Emas (50 Tahun) Pesantren IMMIM yang berlangsung khidmat di Gedung IMMIM, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, pada Sabtu malam (29/11), dengan dihadiri ratusan alumni, tokoh masyarakat serta para tamu undangan penting lainnya.
Menjadikan Pesantren Pusat Pendidikan yang Ramah Lingkungan
Direktur Pesantren IMMIM, Prof. Dr. KH. Muhammad Amri, L.c., M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa Milad Emas ini menjadi momentum untuk memperluas peran pesantren.
“Kami berkomitmen menjadikan pesantren tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Konsep rahmatan lil ‘alamin menuntut kita untuk menjadi teladan dalam menjaga bumi.
Kerja sama dengan PUSDAL LH SUMA-KLH ini adalah wujud nyata sinergi kami dalam mencetak santri yang beriman, berilmu, dan berwawasan lingkungan,” pungkas Direktur Pesantren IMMIM, Muhammad Amri.

Fokus pada Pengelolaan Sampah dan Edukasi Hijau
Kepala PUSDAL LH SUMA-KLH yang diwakili oleh Rina Triany, S.E., M.A.P. selaku Kepala Subbagian Tata Usaha menyambut baik langkah strategis ini.
“Mewakili Kepala Pusat Pengendalian LH Sulawesi dan Maluku -KLH/BPLH kami mengucapkan selamat milad emas kepada Pimpinan dan keluarga besar Pesantren IMMIM,” tuturnya.

“Pesantren IMMIM telah menjadi pelopor dalam gerakan Eco-Pesantren di Sulawesi dan Maluku, terbukti dari inisiatif seperti “kick-off Gerakan Eco-Pesantren dan Eco-Pesantren Exhibition” yang telah kami dampingi sebelumnya. Melalui kerja sama resmi ini, kita akan memperkuat aksi nyata dalam pengelolaan sampah berbasis sumber, seperti: pembuatan ecobrick; eco-enzyme; kompos; konservasi air; serta edukasi lingkungan yang terintegrasi dalam kurikulum pesantren,” jelas Rina Triany.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model percontohan atau ‘role model’ bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia, menunjukkan bahwa sektor lingkungan adalah bagian integral dari ajaran agama dan tanggung jawab moral.


