Atasi 95 Ton Sampah Harian, Pusdal LH Sulawesi Maluku-KLH dan Bupati Barru Kompak Dorong Budaya ‘Rabu Bersih’

Barru, Kabupaten Barru menghadapi tantangan lingkungan yang signifikan, dengan timbulan sampah harian yang menyentuh angka sekitar 95 ton. Persoalan mendesak ini dibahas dalam pertemuan strategis antara Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku-KLH/BPLH, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H. dengan Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., di Rujab Bupati pada Rabu (26/11).

 

Pertemuan ini menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah teknis, tetapi bagaimana mengubah sudut pandang dan kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang menjadi momok keseharian.

Komitmen Konkret Bupati Barru: Transformasi Pengelolaan Sampah

Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menunjukkan komitmen tinggi dalam transformasi pengelolaan sampah di daerahnya.

“Kami melaksanakan kegiatan aksi bersih pada ‘Rabu Bersih’ setelah sebelumnya ‘Jumat Bersih’ yang biasa dilaksanakan Aksi Bersih telah kami rubah menjadi ‘Jumat Berkah’. Kini kami jadikan kebiasaan tersebut sebagai wujud komitmen kami,” tuturnya, seraya mengingatkan mandat dari Bapak Presiden RI saat “Retreat Kepala Daerah” bahwa sampah merupakan tantangan kita semua dan tata cara mengatasinya di seluruh Kab/Kota di Indonesia.

Bupati Barru yang didampingi Kepala Dinas LH Andi Adnan Azis, S.STP., M.Si., juga peduli dalam persoalan kebersihan hingga masalah sampah melalui aksi nyata. Intens melakukan sidak langsung dilapangan. Seperti meninjau TPA bersama Ketua DPRD Barru beberapa saat lalu. Hasil tinjauan tersebut langsung diterjemahkan menjadi kebutuhan mendesak berupa peremajaan peralatan pendukung di TPA. Selain itu, Bupati Barru sering melakukan kunjungan ke daerah terpencil dan sekolah untuk melihat langsung dan mencari solusi bagi warga.

Ia juga menekankan pentingnya “Bekerja Ikhlas” dan kolaborasi dari para Kepala OPD, terutama dalam membangun jaringan. Solusi sampah juga harus diintegrasikan secara maksimal untuk mencari pendapatan baru, meskipun di tengah APBD Kabupaten Barru yang terbatas. “Dukungan pun juga diarahkan pada sinergi program nasional, seperti pengembangan Sekolah Rakyat hingga program adiwiyata, sebagai investasi pembentukan karakter peduli lingkungan jangka panjang,” pesan Andi Ina Kartika Sari.

 

Pentingnya Paradigma Pengelolaan Sampah dari Hulu

Diwaktu yang sama, Kapusdal LH Sulawesi dan Maluku-KLH/BPLH Dr. Azri Rasul menuturkan bahwa penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya. Ia menyoroti pentingnya edukasi masif dan pembangunan Bank Sampah serta TPS 3R di tingkat Desa hingga Kecamatan.

“Ini adalah upaya merubah kebiasaan. Edukasi agar harus tuntas, jangan sampai masyarakat membuat lubang kompos tapi tetap masih saja terlupakan dengan mencampur sampah plastik atau non-organik ke dalam tanah. Kita harus memastikan sampah terpilah mulai dari hulu,” pesan Dr. Azri Rasul, didampingi Kepala Bidang Wilayah II Pusdal LH SUMA Arnianah Alwi, S.Si., M.Si.

Lebih lanjut, Kapusdal LH Sulawesi Maluku tak lupa mendorong TPA Barru untuk menerapkan metode Sanitary Landfill dalam pengelolaannya.

Aksi Nyata Setengah Ton Sampah di Pantai

Rangkaian kegiatan komitmen nyata untuk lingkungan dilanjutkan dengan aksi “Rabu Bersih” di Pantai Ujung Batu, Kelurahan Sumpang Binangae. Kegiatan aksi bersih turut dihadiri jajaran Bidwil II Pusdal LH Sulawesi Maluku bersama puluhan warga, pelajar, hingga mahasiswa KKN ini berhasil mengumpulkan hampir setengah ton sampah, menegaskan fokus pimpinan daerah bersama jajaran pada kebersihan lingkungan di Kabupaten Barru.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *