Ambon, Ditengah kompleksitas tantangan global, kolaborasi menjadi kunci. Salah satu model yang semakin populer adalah Pentahelix, yang menyatukan 5 (lima) pilar utama: Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Media. Kelima pilar ini bekerja sama, memanfaatkan keunggulan masing-masing, untuk menciptakan solusi inovatif di berbagai sektor, mulai dari lingkungan, sosial, kesehatan hingga ekonomi. Konsep ini menawarkan pendekatan yang lebih terstruktur dan efektif untuk mencapai tujuan bersama secara berkelanjutan dalam Asta Cita Presiden RI.
Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Sulawesi dan Maluku, Bidang Wilayah III Maluku dan Maluku Utara (Bidwil III) menggelar kegiatan perdananya pada Selasa (5/08). Kantor Bidwil III yang beralamatkan di jalan Y. Syaranamual, Durian Patah, Berlian Harapan B-4, Kota Ambon, Prov Maluku menggelar pertemuan bertajuk “Kolaborasi Pentahelix dalam rangka Pengelolaan Sampah Perkotaan”.

Strategi Kolaboratif yang Efisien, Pendekatan Desentralisasi menjadi Kunci
Dalam sambutan perdananya, Kapusdal LH SUMA-KLH Dr. Azri Rasul S.K.M., M.Si., M.H. mengungkapkan komitmen kehadiran Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku, Bidang Wilayah III dalam memperkuat Kolaborasi di wilayah timur Indonesia.
“Pendekatan desentralisasi menjadi kunci, sehingga sesuai arahan dari Bapak Menteri LH/ Kepala BPLH bahwa Pusdal LH tidak hanya berpusat pada satu wilayah provinsi secara sentralisasi, namun berkedudukan di provinsi lain sesuai wilayah kerjanya,” ungkap Kapusdal LH SUMA-KLH.

Lebih lanjut, Struktur Pusdal LH SUMA tidak hanya terpusat satu kota di Makassar Prov. Sulsel. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, memahami keunikan dan kebutuhan di setiap provinsi. Langkah ini juga menjadi upaya untuk menerapkan strategi kolaboratif yang efisien melalui konsep Pentahelix, yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan media dalam mencapai target strategis bersama secara kolaboratif lebih efektif.
Seperti kita akan fokus pada peningkatan kapasitas daerah dan pelaku usaha melalui pembinaan dan pendampingan kebijakan; mulai dari program pengelolaan sampah, iklim, pengendalian pencemaran udara, air, lahan hingga kerusakan lingkungan.” Kami juga akan terus berkolaborasi erat dengan para stakeholder. Seperti bersama saudara kita di Kementerian Kehutanan untuk mencapai target bersama Asta Cita Presiden RI,” kunci Dr. Azri Rasul.
Strategi Pentahelix, Sinergi Bidwil III Bersama Lintas Sektor
Senada hal tersebut, Kepala Bidang Wilayah III Maluku dan Maluku Utara, Suwardi, S.T.P., M.Si. menuturkan bahwa keberadaan Kantor Bidang Wilayah III ini dapat saling bersinergi, saling melengkapi dan menguatkan bersama semua pihak dengan 5 (lima) pilar utama: Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Media atau Pentahelix dalam Renstra KLH dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025-2029 sesuai tusi Pusdal LH SUMA melalui Bidwil III.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Maluku Danny Hendry Pattipeilohy, S.Pi., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Provinsi Maluku adalah Drs. Roy C. Siauta, M.Si., Kasubbag TU Pusdal Pusdal LH SUMA-KLH , Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P., Sekdis DLH Pemkot Ambon Nova Risakotta, Joshua S. Pocceratu , Kader Lingkungan Univ. Pattimura serta jajaran TNI dan Polri, unsur Hotel, Restoran, Kafe atau Horeka, Kader Pencinta Lingkungan Ambon, Mahasiswa Universitas Pattimura serta DLH Prov. Maluku dan DLH Kota Ambon, serta teman-teman Media, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.


