Kegiatan bimbingan teknis implementasi aplikasi SRIKANDI dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ditjen KSDAE- KLHK bersama UPT Lingkup Korwil Sulawesi Selatan dan dihadiri oleh Staf Upeg P3E SUMA KLHK secara daring pada Kamis (16/11/2023).
Hal ini sejalan dengan semangat dan pengembangan khususnya pada SDM ASN/PPNPN/PPPK dibidang Manajemen Tata Naskah Dinas atau Persuratan.
Sejak memasuki era digital pada perkembangan tata naskah dinas yang sedemikian pesat, Teknologi hadir pada era kecepatan data dan transparansi informasi.
Faktor inilah yang bertujuan merubah sistem cara kerja dari tradisional ke era modern, Dari jaman kolonial ke jaman milenial yang bertransformasi menjadi ‘Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik’ atau SPBE.
Kehadiran Srikandi atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi dalam bentuk format digitalisasi dalam teknik pengarsipan telah berlaku dan diwujudkan melalui penggunaan aplikasi ini.

Sesuai Peraturan Presiden No 95. Tahun 2018 mengenai Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), kehadiran SRIKANDI bertujuan agar inovasi kearsipan makin mudah dalam membuat naskah hingga delivery berkas keluar.
Aplikasi SRIKANDI merupakan kolaborasi antar instansi pemerintahan yakni; ANRI, KOMINFO, BSSN dan Kementerian PANRB.
Ditemui pasca kegiatan, Haeruddin Busa salah satu Peserta Rapat Srikandi dari P3E SUMA KLHK menjelaskan beberapa fitur dari aplikasi SRIKANDI yakni; Proses Pembuatan Naskah, Verifikasi Naskah, hingga Klasifikasi dan Pemusnahan Arsip.
Nur fitri Wahyudin, Staf P3E SUMA juga menjelaskan bahwa alur kerja sederhananya adalah menerima serta menjadwalkan dokumen yang telah diterima.
“Sehingga pimpinan dapat mendisposisikan naskah yang diterimanya kembali,” terang sekertaris pimpinan ini.
“Selain itu juga, proses draft, penandatanganan secara elektronik, pemberian nomor surat serta proses pengiriman naskah dinas keluar,” pungkas Fitri yang sehari hari berkutat dalam arsip dan berkas dokumen pimpinan.
Kegiatan bimtek SRIKANDI ini turut menghadirkan Pembicara dari BBKSDA SulSel serta peserta dari satker LHK SulSel antara lain; BPKHTL Wilayah XIl Makassar, Balai Taman Nasional BantiMurung Bulusaraung, Balai Taman Nasional Takabonerate, BPSKL Wilayah Sulawesi, BPPH LHK Wilayah Sulawesi, BPDAS Jeneberang Saddang, BPPI Wilayah Sulawesi, BPTH Wilayah, BPSILHK Makassar, BPLHK Makassar dan Kepala SMKKN Makassar.

