Wawancara Khusus Bersama Kades Barania, Kab. Sinjai

Janganlah Takut untuk Berbuat yang Terbaik

 

Penanggalan 02 Agustus setiap tahunnya diperingati sebagai Harlah Desa Barania.

 

Hari kelahiran tersebut merupakan momentum semangat yang bertumbuh terus bagi seluruh masyarakat Desa Barania, terutama buat para generasi muda.

 

Siang kemarin, Di selesar gazebo ditemani Kepala Desa Barania Firman M. Maddolangeng, S.Sos. menyempatkan waktunya untuk berbincang-bincang bersama Tim Sinergi Hijau.

 

Setelah menemani kami menyusuri spot-spot wisata yang sangat menarik yang berada di desa wisata ini.

 

Disamping beranda gazebo nampak tanaman eksotis yakni “Kacang Macadamia’.

 

Menampakkan tunas daunnya yang baru dan telah mulai meninggi. Varietas Kacang ‘termahal di dunia’ ini kemarin ditanam langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

 

Bincang santai bersama Kepala Desa Barania yang telah ditetapkan desanya menjadi ‘Desa Wisata’ oleh Kemanparekraf.

 

Menariknya pula, telah dikunjungi langsung oleh Bapak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

 

Desa Barania ini juga merupakan salah satu dari 10 Desa di Kabupaten Sinjai, peraih sertifikat Program Kampung Iklim dari KLHK.

 

Tim Sinergi Hijau mengapresiasi, walau ditengah kesibukan aktivitas ditengah-tengah mengurus warga, Kades Barania berkesempatan hadir langsung.

 

Diskusi serius tapi santai ini dilaksanakan di tengah lokasi Kampung Galung, Dusun Pusanti dengan ditemani hamparan sawah yang bertingkat serta kepak sayap bangau putih yang silih berganti terbang rendah di sekitar gazebo yang kami sementara tempati.

 

Hari ini bincang-bincang ringan terkait Topik desa wisata dan kampung iklim serta kiat- kiat inspirasi beliau dalam menahkodai salah satu desa andalan di Sulsel ini.

 

Dan untuk diketahui, Bapak Kades Barania saat ini kembali diamanahkan sebagai Nakhoda untuk yang kedua kalinya di Desa Barania, Kec Sinjai Barat, Kab.Sinjai.

Tim Sinergi Hijau: Hal apa yang menginspirasi Bapak Kades dalam mengembangkan potensi, kita ketahui untuk mendapatkan ide dan mendobrak untuk sesuatu yang baru merupakan suatu tantangan?

 

Kades Barania:  Desa Barania adalah salah satu Desa wisata yang ada di kabupaten Sinjai, yang dinobatkan sebagai Desa Wisata.

 

Hal ini tak lepas dari antusiasme Masyarakat dalam hal pembangunan Pariwisata.

 

Seperti destinasi Kampung Galung ini dibangun pada 2018. Hal ini merupakan suatu mimpi sekaligus inspirasi setelah saat itu kami melakukan studi tour di Bandung.

 

Tim Sinergi Hijau: sejak kapan dibangun fasilitas wisata berbasis alam ini?

 

Kades Barania: selanjutnya dimulailah pembangunan di Tahun 2019 ini. Dan pada 2020 sudah dibuka dan diadakan launching.

 

Dan yang membuat Pemerintah Kabupaten Sinjai bersama masyarakat terutama Desa Barania ini dapat berbangga adalah ketika saat itu Bapak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif langsung hadir.

 

Peranan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa, Wakil Bupati termasuk SKPD terkait serta Pemerintah Kecamatan Sinjai Barat dalam mengeluarkan Surat Keputusan dalam menobatkan sebagai Desa Wisata ke Kemenparekraf.

 

Tim Sinergi Hijau: Berapa total kira- kira luasan wilayah ini?

 

Kades Barania: Lokasi Kampung Galung ini mempunyai luasan sawah sekitar 150 Ha dan jalan yang dibangun sekitar panjang 2 (Dua) Km.

 

Dalam pembangunan spot Kampung Galung ini pasti ditemui kendala, apa saja dan bagaimana menghadapinya?

 

Kades Barania: Diawal pembuatan jalan ini awal untuk menembus dari titik luar hingga ke dalam mempunyai tantangan yang luar biasa.

 

Namun hal ini dapat kita musyawarahkan untuk mencapai mufakat. Dengan melibatkan para Bapak Kepala Dusun, Bapak RT dan jajarannya bersama para tokoh masyarakat.

 

Tim Sinergi Hijau: Untuk warga masyarakat yang ‘kontra’ atau kurang setuju dengan adanya pembuatan spot wisata Kampung Galung ini, bagaimanakah kita menghadapinya, mengingat dalam pembangunan pasti akan ‘membelah’ sebagian luasan persawahan yang warga tersebut miliki?

 

Kades Barania: Pelibatan Kepala Dusun dengan langsung mengunjungi pemilik sawah yg akan dibangun jalan tersebut. Tetap langkah musyawarah untuk mufakat yang dikedepankan.

 

Serta mereka yang awalnya pesimis tetap dilibatkan secara intens. Tak lupa juga dengan melibatkan unsur dari Bapak Babinsa dan Bapak Binmas demi terciptanya suasana yang kondusif dan aman nyaman buat seluruh warga.

 

Tim Sinergi Hijau: Bagaimana pembangunan jalannya, apakah melalui ada bantuan dari Pemerintah langsung ataukah secara swadaya?

 

Kades Barania: Awal pembangunan secara swadaya. Awalnya dirintis semula sekitar 2 (dua) meter, kemudian bertambah lagi. Hingga akhirnya sekitar Tahun 2019 Lokasi Kampung Galung ini dibangun memakai Dana Desa.

 

Tim Sinergi Hijau: Bagiamana cara pembagian keuntungan yang didapatkan dari operasional lokasi ini, apakah bermanfaat buat warga sekitar?

 

Kades Barania: Dikampung Galung ada namanya ‘sistem bagi hasil’ dari Pemerintah Desa, Seperti penggunaan lahan dan material dan tak akan ada masyarakat atau warga yang dirugikan.

 

Contohnya; Terkait retribusi Pengolahan kampung Galung ini seperti sewa gazebo per jamnya sebesar 20.000 rupiah.

 

Kolam Renang dengan tarif 5.000 hingga 10.000 rupiah, sementara tiket masuk ke Kampung Galung ini pun sangat murah hanya 2000 rupiah.

 

Harga yang sangat terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

Tim Sinergi Hijau: Selain di wilayah Kampung Galung ini apakah ada spot lainnya yang telah atau akan dikembangkan lagi?

Kades Barania: Terkait titik lokasi pengembangan yakni Air terjun Salu Birayya, kemudian Titik 1000 Agrowisata Maddakko.

 

Kita akan buatkan ‘Wisata Camp’ nantinya akan ada trek menantang untuk Sepeda Motor Trail, Sepeda MTB hingga arena ‘Flying fox’ serta spot fotografi yang ‘Instagramable’ serta Melestarikan Burung bangau putih sesuai habitat aslinya.

 

Tim Sinergi Hijau: Bagaimana langkah langkah Bapak Kades bersama Masyarakat dalam kebersihan lingkungan, mengingat aktifitas wisata tak lepas juga dari antisipasi ‘sampah’ yang dihasilkan oleh para pengunjung?

 

Kades Barania: Terkait kebersihan telah dilakukan setiap bulannya yakni melaksanakan giat kerja bhakti dan gotong royong membersihkan lingkungan dan wilayah zona wisata ini.

 

Serta tanpa henti kami menghimbau kepada masyarakat dan pengunjung agar menjaga kebersihan tempatnya.

 

Beberapa titik Papan Bicara terkait ‘edukasi masalah sampah’ telah kami pasang, dan pengunjung mengerti akan maksud dan tujuannya dari papan pengumuman tersebut.

 

Tim Sinergi Hijau: Terkait Proiklim yang telah mendapatkan sertifikat Proiklim dari KLHK, bisa dijelaskan sejarahnya?

 

Kades Barania: Terkait Proiklim sangat berkaitan erat dengan keikhlasan kita dalam menanam pohon.

 

Sebelumnya lokasi ini banyak wilayah yang gundul, namun saat era 1990-1994 ada gerakan penghijauan dari Kementerian Kehutanan bersama pihak terkait lainnya dan penyuluh kehutanan bersama Masyarakat dalam melaksanakan Program Penghijauan.

 

Hingga semangat menanam Pohon tak lekang dimakan waktu hingga saat ini.

 

Tim Sinergi Hijau: Suasana Desa Wisata ini jika kita berkunjung masyarakatnya sangat ramah, ada perasaan bagai dirumah sendiri atau lebih tepatnya Suasana Homey. Dan uniknya setiap warga disini rata -rata mengetahui Spot wisata Desa Barania, apakah ada rahasianya?

 

Kepala Desa Barania: Terkait suasana homey, pada prinsipnya tamu adalah raja.

 

Masyarakat di Desa Barania ini sangat senang dengan kunjungan tamu asal tidak melanggar norma norma dan aturan adat serta hukum yang berlaku.

 

Satu kebanggaan bagi Masyarakat atas kunjungan para tamu dari luar.

 

Tim Sinergi Hijau:  Ada yang menarik, Walaupun ditengah kesibukan keseharian dengan warga, Namun keluarga tetap menjadi nomor satu, apa resep dalam membagi waktu tersebut?

 

Kades Barania: Untuk membagi waktu, bagi kami tanpa seorang istri seorang ibu PKK. Kegiatan pembangunan tak akan jalan.

 

Ketika seorang melakukan yang terbaik, Harus ada satu kesatuan bagaimana mengemban amanah dari Masyarakat.

 

Alhamdulillah, masyarakat melihat keseriusan membangun, dan masyarakat mempercayakan amanahnya kembali untuk keduakalinya bersama Ibu Ketua PKK Desa Barania.

 

Tim Sinergi Hijau: Apakah ada pesan untuk generasi muda Desa Barania?

 

Kades Barania: untuk generasi muda milenial, Kami memberikan ruang kepada pemuda yang telah selesai menimba ilmu diluar.

 

Kemudian akan diberikan tanggung jawab dalam mengelola wisata serta akan Melibatkan penuh dalam bersama sama membangun Desa Barania ini.

 

Kepada Pemuda Pemudi; Janganlah takut untuk berbuat yang terbaik.

Tanpa terasa sesi diskusi. yang berlangsung santai ini akhirnya berakhir.

 

Rasanya sangat berat perasaan para Tim Sinergi Hijau untuk meninggalkan lokasi spot wisata ini.

 

Bagaimana rindu tidak berat, kita bagai merasakan suasana Terapi Healing atau penyembuhan berbasis alam dan lingkungan.

 

Melepaskan penat dalam pikiran dengan gemericik air dan suasana alam yang indah menyejukkan mata.

 

Percayalah, Rindu itu Berat.

 

Jika ada kesempatan kita akan bertemu lagi.

 

Salam lestari!!! Salam Semangat Sinergi Hijau.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *