Pelatihan Tenaga Pendamping RHL, P3E SUMA-KLHK dan Yayasan RNB Gelar Pertemuan

Dalam upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga mempunyai daya dukung terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Serta meningkatkan produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan agar tetap terjaga di Indonesia pada Umumnya dan Provinsi Sulawesi Selatan pada khususnya.

Pemberdayaan masyarakat menjadi titik mainstream utama pelaksanaan Rehabilitasi Hutan Lahan (RHL) se-Indonesia, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan.
Sebagian besar lokasi berada di daerah yang sulit akses dan kritis untuk mempertahankan dan mengembalikan fungsi rehabilitasinya.

Dalam mendukung pelaksanaan tersebut dilaksanakan kegiata pertemuan yang melibatkan para tenaga pendamping Rehabilitasi hutan dan lahan oleh Yayasan Rimba Nusantara Berkarya (RNB). Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat umum P3ESUMA KLHK, pada Selasa (08/03/2022).

Dalam sambutannya ketua Yayasan Rimba Nusantara Berkarya atau Yayasan Ir. H. Abdul Rahman mengungkapkan beberapa program rehabilitasi lahan diantaranya, GRNHL, One billion Indonesia Tree, dll. Namun semua tidak mengurangi gejolak alam, sehingga dengan demikian. Bagaimana tenaga pendamping bagi kita semua ini dapat mendedikasikan segala daya upaya nya dapat terlaksana sebaik-baiknya dalam Rehabilitasi hutan dan lahan ini.

Sementara itu, Ir.H.Abidin , M.Si , salah seorang Senior Rimbawan sekaligus Pembina dari Yayasan Rimba Nusantara Berkarya mengungkapkan pentingnya ‘The power of habbit’ dalam merubah kebiasaan kita.

“Hal inilah yang dapat merubah kebiasaan kita menjadi lebih baik dan bermakna,”ungkapnya lagi.

Termasuk penugasan sebagai Koordinator Provinsi Forest Programme IV Watershed Mamasa Sulawesi, dibutuhkan kebiasaan positif dan ketangguhan menjalankan tugas dalam menjalankan amanah yang diemban.

Sesi dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Dr.Darhamsyah. Menurut peraih ASN teladan terbaik tingkat pratama dari Kementrian PAN-RB 2021ini tenaga Pendamping Rehabilitasi Hutan dan Lahan ini adalah mempunyai filosofi dasar Telaten melayani dan Teladan memimpin. Bertugas sebagai pembimbing dan pendamping merupakan suatu tugas yang mulia dan bermanfaat bagi bumi dan masyarakat.

Untuk menjadi Pendamping yang sukses dan bahagia ada beberapa kunci. Kuncinya yakni adalah, ‘Bagaimana kita semua dapat diterima di masyarakat’ namun belum tentu kita dapat menyatu.

Bagaimana tehnik kita agar kita ingin diikuti? tanyanya.

Passion dan Leading, mengikuti dahulu kemudian diikuti.

Program kita ingin dijalankan dan diikuti oleh masyarakat, maka kita harus mengikuti apa yang dimau dan diinginkan masyarakat. Mengikuti dahulu apa yang telah jalan disana.

 

Sebelum masuk agenda program pendampingan, maka kita harus melakukan dengan sabar dan telaten, berlakukan dengan tulus dan jangan pernah mengakalinya.

Passion dan Leading harus sejalan, Bagaimana semua harus diterima di tengah masyarakat.

Metode ini banyak dipakai di semua tataran lini kehidupan.

Terkadang sering kita lupa dan lewati, karena kita fokus mengejar Target.

‘Jalankan informasi yang disampaikan dapat diterima dengan sempurna’

Makna dari sebuah komunikasi adalah respon yang diterima. Kita sebagai komunikator harus mengevaluasi, prinsip dasar dari sebuah komunikasi.

Didalam tim ada namanya koreksi tim, meminta kepada mitra kita.
Didalam pendampingan ada namanya pear evaluasi, kita mengevaluasi pekerjaan rekan tim kita.

Tetapi bukan evaluasi untuk menjatuhkan rekan tim kita.

Kemudian jalankan semangat dengan ‘Membangun ketangguhan’.

Bagaimana membangun ketangguhan?

Ternyata otak kita ketika mengendetifikasi sesuatu masalah,maka seluruh sirkuit pemikiran akan tertutup.

Namun jika kita melihat sebagai suatu tantangan,maka sirkuit otak kita akan bekerja mencari sesuatu apa yang harus dilakukan.

Untuk membangun ketangguhan jangan pernah merasa diri sebagai ‘korban’ dalam situasi apapun.

“Karena itu akan menghasilkan Drama dalam hidup kita,”pungkas Dr. Darhamsyah, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku dan Profesional Coach.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *