Kemenkeu Satu Sulsel Akselerasi Budaya Kerja Berkelanjutan Melalui Talkshow “Open Class Eco Office 2026”

Makassar – Upaya transformasi budaya kerja menuju keberlanjutan lingkungan semakin masif digaungkan oleh jajaran instansi pemerintah di Sulawesi Selatan. Komitmen ini tercermin dalam penyelenggaraan Talkshow Kemenkeu Satu “Open Class” bertema “Habituasi Pola Hidup Ramah Lingkungan yang Berulang, Konsisten, dan Berkelanjutan”.

 

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 14 April 2026 ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program Eco Office Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Keuangan.

 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Sekretariat Bersama Perwakilan Kementerian Keuangan (PWK) Sulawesi Selatan sebagai respons terhadap amanat KMK 384/KMK.01/2024. Peraturan tersebut mewajibkan setiap unit kerja di lingkungan Kementerian Keuangan untuk mampu mengimplementasikan praktik kantor ramah lingkungan secara sistematis, terukur, dan melibatkan seluruh unsur pegawai. Bertempat di Aula Rongkong, Gedung Keuangan Negara (GKN) II Lantai 6, Makassar, acara berlangsung secara hybrid mulai pukul 08.00 WITA.

Latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini didasari oleh kesadaran bahwa pemerintah harus menjadi role model dalam pembangunan berkelanjutan. Gedung Keuangan Negara (GKN) Makassar, sebagai pusat layanan bersama, memiliki peran strategis untuk menjadi penerapan “eco office” di wilayah Sulawesi Selatan. Namun, diakui bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan besar, terutama pada aspek pemahaman teknis dan perubahan perilaku harian pegawai.

 

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Ikhwan Mahmud, Kepala Sekretariat Perwakilan Kemenkeu Sulsel. Dalam keynote speechnya, beliau menekankan bahwa eco office bukan sekadar tren administratif.

“Kementerian Keuangan dituntut tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan publik dan mengelola keuangan negara, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran sehari-hari,” tegasnya.

Penyelenggaraan Open Class ini menonjolkan kolaborasi kuat antara Kemenkeu Satu Sulawesi Selatan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)- Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku, serta mitra komunitas lokal. Diskusi yang dipandu oleh Bapak Kusuma Aji Nugraha, Widyaiswara dari Balai Diklat Keuangan (BDK) Makassar, menghadirkan dua narasumber utama yang mengupas tuntas isu keberlanjutan dari sudut pandang berbeda.

Narasumber pertama, Rina Triany Muchsin, SE., MAP. (Kasubbag TU Pusdal LH Sulawesi dan Maluku), memberikan tinjauan mendalam dari sisi kebijakan dan standar nasional. Ia menjelaskan bahwa indikator keberhasilan eco office mencakup penghematan energi listrik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga digitalisasi dokumen secara masif guna menekan penggunaan kertas.

“Eco office bukan sekadar lomba kebersihan atau estetika ruangan, tapi merupakan sebuah habituasi. Ini adalah tentang pola pikir perubahan dan kesadaran konsisten dalam menjaga lingkungan di area kerja,” ungkap Rina Triany saat memaparkan materi.

Sementara itu, narasumber kedua, Bapak Faisal Baso dari Bank Sampah Unit (BSU) Asoka V Makassar, memaparkan materi mengenai pembangunan Bank Sampah dan teknik pengelolaan limbah domestik. Ia menyoroti pentingnya ekonomi sirkular di lingkungan kantor. Menurutnya, integrasi pengelolaan sampah kantor dengan Bank Sampah lokal dapat memastikan bahwa limbah yang dihasilkan tidak lagi berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan dikelola menjadi nilai ekonomi atau bahan baku daur ulang.

Kegiatan ini dirancang secara partisipatif melalui beberapa tahapan:

  1. FGD Pra-Kegiatan: Dilakukan Focus Group Discussion (FGD) secara luring untuk memetakan tantangan spesifik di setiap unit kerja.
  2. Talkshow Hybrid: Peserta tidak hanya hadir secara fisik di GKN Makassar, tetapi juga melalui media Zoom Meeting dan siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Bersama PWK Kemenkeu Sulsel.
  3. Diskusi Interaktif: Sesi tanya jawab dibuka luas bagi peserta luring maupun daring untuk memastikan transfer pengetahuan terjadi secara efektif.

Target peserta kegiatan ini mencakup elemen luas di lingkungan GKN Makassar, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), hingga petugas kebersihan. Dengan target audiens mencapai lebih dari 50 orang secara langsung ditambah ratusan audiens melalui platform digital, edukasi ini diharapkan mampu menyentuh seluruh lapisan organisasi.

 

Maksud utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas pegawai agar mampu mengimplementasikan prinsip pembangunan berkelanjutan secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang terintegrasi di Sulawesi Selatan.

Salah satu poin krusial yang diharapkan adalah kesiapan GKN Makassar dalam menghadapi proses penilaian sebagai gedung kantor ramah lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, setiap tindakan kecil di meja kerja seperti mematikan lampu saat tidak digunakan atau membawa botol minum sendiri diharapkan dapat menjadi identitas baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Kemenkeu.

 

Melalui langkah konsisten ini, Kemenkeu Satu Sulsel membuktikan bahwa instansi yang bergerak di bidang keuangan memiliki kepedulian mendalam terhadap kelestarian bumi. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lingkungan kini menjadi standar baru dalam pelayanan publik yang modern dan bertanggung jawab. Budaya kerja baru telah dimulai di Makassar: “Berulang, Konsisten, dan Berkelanjutan” demi generasi mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *