Penuh Semangat, Orasi Ilmiah Menteri LH/Kepala BPLH RI Bahas Integrasi Perencanaan Perlindungan Lingkungan dalam Strategi Menghadapi Perubahan Iklim

Palu, Sulawesi Tengah – Suasana penuh semangat dan khidmat menyelimuti Auditorium Universitas Tadulako (Untad) pada pelaksanaan Wisuda Angkatan ke-134, Kamis (18/12/2025). Ribuan tamu undangan, civitas akademika, orang tua wisudawan, serta unsur pemerintah pusat dan daerah memadati lokasi untuk menyaksikan momentum akademik yang bersejarah tersebut.

 

Pada kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., hadir dan menyampaikan orasi ilmiah inspiratif berjudul “Integrasi Perencanaan Perlindungan Lingkungan dalam Strategi Menghadapi Perubahan Iklim”. Orasi tersebut menjadi sorotan utama karena menyoroti tantangan lingkungan global sekaligus peran strategis perguruan tinggi dan generasi muda dalam menjawabnya.

 

Kegiatan wisuda ini menjadi penutup rangkaian agenda akademik Universitas Tadulako sepanjang tahun 2025. Sebanyak 824 wisudawan dan wisudawati dari 11 fakultas dan satu program pascasarjana, mulai dari jenjang Diploma hingga Doktoral, resmi dikukuhkan. Ketua Senat Universitas Tadulako, Prof. Dr. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa wisuda Angkatan ke-134 merupakan rangkaian ketujuh sekaligus penutup dari seluruh pelaksanaan wisuda Untad tahun ini.

“Wisuda ini bukan hanya seremoni akademik, tetapi tonggak penting bagi para lulusan untuk memasuki fase pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Tak sekadar menjadi ajang pemberian gelar akademik, wisuda ini juga dimaknai sebagai ruang refleksi atas tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia dan dunia, khususnya terkait perlindungan lingkungan hidup dan perubahan iklim.

 

Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI disambut hangat oleh jajaran pimpinan daerah, Rektor Universitas Tadulako, civitas akademika, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah. Dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Menteri didampingi oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan KLH/BPLH, Erik Teguh Primiantoro, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon, Dr. Ir. Ary Sudijanto, M.S.E., serta Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Kapusdal LH Suma), Dr. Azri Rasul, SKM., M.Si.

Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan kuatnya dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan peran perguruan tinggi dalam agenda lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., menekankan bahwa lulusan Untad diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan. Menurutnya, tantangan masa depan menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan bumi.

 

Memasuki orasi ilmiah, Menteri LH/Kepala BPLH RI menegaskan bahwa dunia saat ini tengah berada dalam pusaran Triple Planetary Crisis, yakni perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga krisis tersebut, menurutnya, saling berkaitan dan saling memperparah satu sama lain.

“Triple planetary crisis bukan sekadar istilah global atau wacana internasional. Ini adalah realitas yang kita hadapi setiap hari. Perubahan iklim memicu bencana, hilangnya keanekaragaman hayati mengancam ketahanan pangan, dan pencemaran lingkungan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat,” tegas Menteri di hadapan ribuan peserta wisuda.

Ia menekankan bahwa pendekatan parsial dan sektoral tidak lagi memadai. Perencanaan perlindungan lingkungan harus terintegrasi secara utuh dalam strategi pembangunan nasional maupun daerah, mulai dari kebijakan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, hingga arah investasi dan pembangunan ekonomi.

 

Menurut Menteri, Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, kebijakan iklim, perlindungan ekosistem, serta pengendalian pencemaran harus menjadi arus utama (mainstreaming) dalam seluruh sektor pembangunan.

 

Dalam konteks ini, Menteri secara khusus menyoroti peran strategis perguruan tinggi. Universitas dipandang sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, serta kepemimpinan moral yang sangat dibutuhkan dalam merumuskan solusi atas krisis lingkungan berbasis sains dan data.

“Mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi adalah agen perubahan. Kalian tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga tanggung jawab etis untuk memastikan bahwa pembangunan hari ini tidak merusak masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa riset akademik, pengembangan teknologi hijau, serta advokasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan merupakan pilar penting dalam mendukung agenda nasional pengendalian perubahan iklim dan perlindungan lingkungan hidup.

 

Menutup orasi ilmiahnya, Menteri LH/Kepala BPLH RI menyampaikan pesan yang kuat dan menyentuh kepada para wisudawan dan wisudawati Universitas Tadulako. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk tidak bersikap pasif dalam menghadapi triple planetary crisis.

“Saya mengajak universitas dan mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton dalam menghadapi triple planetary crisis. Jadilah pelaku perubahan. Jadilah bagian dari solusi melalui riset, inovasi, dan aksi nyata di tengah masyarakat,” tegasnya, disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Dalam pesan penutupnya, Menteri juga menegaskan bahwa masa depan lingkungan Sulawesi berada di pundak para wisudawan yang hari itu resmi menyandang gelar akademik.

“Bumi Sulawesi, dengan segala kekayaan dan kerentanannya, hari ini berada di pundak kalian. Dari tangan dan pikiran para lulusan inilah, arah keberlanjutan lingkungan daerah dan bangsa ini akan ditentukan,” pungkas Menteri.

 

Orasi ilmiah tersebut menjadi penegasan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal peran generasi terdidik dalam menjaga bumi, menjawab krisis global, dan mewujudkan pembangunan yang adil serta berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *