Kuatkan Peran Lingkungan Hidup Generasi Muda, P3E SUMA KLHK dan Sekolah Alam Bosowa Jajaki Kerjasama

Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Sekolah Alam Bosowa Rizki Meilisa sementara dari pihak P3E SUMA turut hadir  Direktur Bank Sampah P3E SUMA,  Fungsional Penyuluh Lingkungan Hidup dan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan serta Fungsional Perencana.

Pertemuan berlangsung di Kantor P3E SUMA Gedung Rachmat Witoelar, Ruang Rapat Pimpinan pada Rabu (08/03/2023).

Kepala P3E Suma menyampaikan pesan dipertemuan tersebut bahwa kecerdasan konvensional bukan sekedar membaca dan berhitung tetapi potensinya sangatlah luas.

“Melalui Pengertian Teori Multiple Intelligences, sosok ahli pendidikan dari Harvard University bernama Howard Gardner, berpendapat bahwa tidak ada manusia yang tidak cerdas,” ungkapnya.

Sehingga kemudian ia memunculkan istilah ‘multiple intelligences’.

Menurutnya bahwa kecerdasan dalam multiple intelligences meliputi antara lain; kecerdasan verbal-lingustik (cerdas kata); kecerdasan logis-matematis (cerdas angka); kecerdasan visual-spasial (cerdas gambar-warna).

“Kecerdasan musikal (cerdas musik-lagu); kecerdasan kinestetik (cerdas gerak); kecerdasan interpersonal (cerdas sosial); kecerdasan intrapersonal (cerdas diri); kecerdasan naturalis (cerdas alam) dan kecerdasan eksistensial (cerdas hakikat),” terang Darhamsyah, peraih ASN teladan tingkat pratama dari Kementerian PAN-RB ini.

“Berkaitan hal tersebut Di KLHK ada juga program yang terkait sekolah sekolah berbudaya lingkungan seperti Adiwiyata,”jelas Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku ini.

“Kemudian ada juga program ‘EcoFamily’ bagaimana setiap keluarga bisa ‘engage’ atau melibatkan serta peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

“Di kantor kami juga telah meraih ISO 140001 untuk Kantor berbudaya Lingkungan serta kami berharap akan adanya pengayaan kurikulum,” pesan Kapus P3E SUMA yang juga seorang ‘professional coach internasional’.

Sementara itu, perwakilan dari Sekolah Alam Bosowa, Rizki Meilisa mengungkapkan dalam kunjungan kerjanya ke Kantor P3E SUMA KLHK bahwa Sekolah Alam Bosowa hadir dalam memberikan nilai-nilai alam secara universal. Dengan slogan yakni “kami ada setiap anak jenius”.

“Konsep sekolah alam di Makassar dan Kami hadirkan sesuatu yang berbeda di Kota Makassar ini,” jelas wanita yang sebelumnya bertugas pada Sekolah Bosowa di Bogor.

Ditambahkannya bahwa fase jenjang anak-anak dari usia 1-5 tahun merupakan golden age, Kemudian usia 6-12 tahun merupakan fase masa ‘bermain’.

Kami ada juga program babyhouse dari umur 1 tahun dan direncanakan pada Agustus 2023 ini kami akan menerima dari usia 3 bulan.

“Di sekolah bosowa kami menerapkan konsep pijakan, kapan bermain kapan merapikan, kapan belajar,” jelas Rizki Meilisa.

Menariknya pada konsep ‘kosong isi’ adalah ketika masa bermain kemudian konsep pemahaman berupa ‘metode drilling’.

Konsep guru, orangtua dan anak dalam pijakan yang sama.

“Saat ini anak anak pemenuhan aktivitas fisik ‘mulai berkurang’ sehingga ada juga raport tumbuh kembang anak, ‘critical thingking’, emosi dan ‘stimulus’

Sebenarnya sekolah yang ‘dicari’ adalah yang mengakomodir tahap tumbuh kembang anak.

Seperti pada ‘anak kinestretik’ yang mengeksplor langsung sedangkan ‘anak hyperaktif‘ adalah berkebutuhan khusus.

Disekolah Alam Bosowa ini beberapa fasilitas yakni ada mini zoo, farming dan mini outbond untuk memenuhi kebutuhan motorik anak.

Ada juga sesi ‘circletime non direct teching’ serta ‘diciplin withlove’.

Dijelaskan Rizki lagi bahwa Sekolah Alam Bosowa ini bukan saja membangun secara akademis namun juga berlandaskan karakter agama, ‘critical thinhking’ dengan kurikulum nasional dan mata pelajaran ‘standart cambridge’.

“Diharapkan setelah lulus dapat bersaing dengan lulusan dari tempat lain,”jelasnya.

Sekolah Alam Bosowa terletak di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Makassar.

“Untuk acara greenfest nanti kami menerapkan tanpa piring plastik atau kemasan. Anak-anak membawa sendiri peralatan makannya,” ungkapnya.

Kami juga merencanakan penanaman sebanyak 100 pohon sumbangan dari Dinas Kehutanan.

“Sekolah Alam Bosowa juga telah mempunyai Bank Sampah pada tingkat SMA dan SMP serta sebentar lagi kami akan launching Bank Sampah tingkat SD,” ujarnya.

“Dalam rangkaian kunjungan silaturahmi ini, diharapkan akan lahirnya kerjasama”pungkas Rizki Meilisa di penghujung pertemuan siang tadi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *