Makassar – Masalah sampah perkotaan memerlukan penanganan serius melalui kolaborasi lintas sektor. Menjawab tantangan tersebut, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) menginisiasi aksi nyata melalui “Gerakan Indonesia Asri”. Kegiatan yang berfokus pada pembersihan lingkungan dan edukasi pemilahan sampah ini digelar di kawasan strategis Kelurahan Bakung, tepatnya di sekitar depan Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, pada Kamis (12/02/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA ini bukan sekadar aksi seremonial. Lebih dari 80 peserta yang terdiri dari jajaran pejabat Pusdal LH Suma, aparatur kelurahan, satgas kebersihan, hingga tokoh masyarakat setempat terjun langsung menyisir titik-titik tumpukan sampah.

Kolaborasi Strategis Pejabat dan Masyarakat
Aksi ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusdal LH Suma, Dr. Azri Rasul, S.KM, M.Si, M.H. Kehadiran pimpinan tertinggi lembaga ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam memantau kondisi lingkungan di tingkat tapak. Ia didampingi oleh jajaran pejabat penting lainnya, termasuk Kepala Bidang Wilayah II, Arnianah Alwi, S.Si, M.Si, serta Kasubag Tata Usaha Balai Gakum, Raden Roro Roeri Triana, S.Sos dan jajaran.

Dari sisi pemerintah kewilayahan, Lurah Bakung, Nani Handayani, S.H., memimpin langsung personelnya, didampingi Kepala Sub Kebersihan Kelurahan Sudiang, Ilham, bersama tim Satgas Kebersihan. Partisipasi aktif juga terlihat dari perwakilan pengurus RT/RW setempat serta staf pengelola Asrama Haji Sudiang yang turut peduli terhadap kebersihan area mereka.
Kawasan depan Asrama Haji Sudiang dipilih menjadi lokasi sasaran utama karena merupakan salah satu titik aktivitas harian warga yang tinggi serta arus pengunjung asrama yang padat sering kali meninggalkan residu sampah yang mengganggu estetika dan kesehatan lingkungan.

Berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan, aksi yang berlangsung selama beberapa jam ini berhasil mengumpulkan total 199 kilogram sampah. Secara rinci, tim berhasil mengumpulkan :
- Sampah Plastik: 9 kantong besar dengan total berat 106kg. Mayoritas berupa botol plastik, kemasan makanan, dan kantong kresek.
- Sampah Organik: 5 kantong besar dengan total berat 96kg, yang didominasi oleh daun kering dan sisa-sisa organik lainnya.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa jika dibiarkan, tumpukan sampah tersebut akan mencemari drainase dan merusak keindahan tata ruang kota Makassar.

Dalam arahannya, Dr. Azri Rasul menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah edukasi berkelanjutan. “Kita tidak hanya sekadar menyapu dan mengumpulkan sampah pagi ini. Tujuan utamanya adalah menyadarkan warga agar membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan,” tegasnya.
Metode pembersihan pun dilakukan dengan kaidah lingkungan yang benar. Peserta tidak mencampur semua jenis sampah ke dalam satu wadah. Kepala Bidang Wilayah II, Arnianah Alwi, menjelaskan bahwa pemilahan dilakukan langsung di lapangan untuk mempermudah alur daur ulang.
“Sampah plastik langsung dipisahkan agar bisa segera disalurkan ke pengepul atau bank sampah untuk didaur ulang. Sementara sampah organik diarahkan untuk pengolahan kompos. Ini adalah langkah konkret menuju manajemen lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Arnianah.

Lurah Bakung, Nani Handayani, juga menyatakan kebanggaannya atas sinergi ini. Ia menyebut bahwa aksi bersama Pusdal LH Suma sangat selaras dengan visi Kelurahan Bakung dalam mewujudkan program desa/kelurahan bersih dan sehat. “Hasilnya terlihat sangat nyata hari ini. Wilayah yang tadi penuh sampah sekarang bersih, dan yang terpenting warga kami mendapatkan edukasi langsung,” tuturnya.
Harapan dan Rencana Masa Depan
Pusdal LH Suma tidak berencana berhenti di satu titik saja. Sesuai dengan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup, aksi “Gerakan Indonesia Asri” ini akan menjadi agenda rutin bulanan yang menyasar berbagai wilayah di Sulawesi dan Maluku. Targetnya adalah mengubah perilaku masyarakat secara perlahan namun pasti.


