Pusdal LH Sulawesi dan Maluku Perkuat Sinergi dengan Pesantren Darul Arqam Melalui Program Menuju Eco Pesantren

Makassar – Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku terus memperkuat upaya peningkatan kesadaran lingkungan di berbagai sektor, termasuk lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pertemuan koordinasi bersama Pesantren Darul Arqam dalam rangka mendorong implementasi program “Menuju Eco Pesantren”, yang berlangsung pada Kamis pukul 09.00 WITA hingga selesai di Kantor Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Jalan Perintis Kemerdekaan KM.17, Makassar.

 

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan pesantren dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang bersih, sehat, asri, dan berkelanjutan. Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh warga pesantren terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang bertanggung jawab melalui penerapan prinsip pengurangan, pemilahan, dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Dari Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, kegiatan dipimpin oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Rina Triany, M., S.E., M.A.P., yang didampingi oleh Yusri, S.Kom, M.Si, sebagai pengelolah Teknis Kebijakan, Apriyadi, S.H, M.Ling,  sebagai Penyuluh LH Ahli Muda, serta sejumlah jajaran terkait. Sementara itu, dari pihak Pesantren Darul Arqam hadir langsung Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si. selaku Direktur Pesantren Darul Arqam, didampingi Hj. Sitti Shalehah, S.Pd. selaku Wakil Direktur, A. Muhammad Tazyuddin Arifin, S.E. selaku Kepala MTs, Sappewali, S.Pd. sebagai Pengawas Lingkungan, Abd. Hafid selaku Koordinator Kebersihan, beserta jajaran lainnya.

 

Pertemuan diawali dengan sambutan Kepala Subbagian Tata Usaha Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Rina Triany. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan keagamaan, dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kota Makassar saat ini telah menerima sanksi administratif dari Pemerintah Pusat terkait pengelolaan persampahan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus menggalakkan pengelolaan sampah yang lebih baik di seluruh sektor, termasuk di lingkungan pesantren. Kami berharap pesantren dapat menjadi contoh dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya,” ujar Rina Triany.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk karakter generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak dini.

 

Program Eco Pesantren diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku warga pesantren melalui berbagai upaya, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pengelolaan sampah secara mandiri.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pesantren Darul Arqam, Dr. Ir. H. Muhammad Syaiful Saleh, M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiasi Pusdal LH Sulawesi dan Maluku yang melibatkan pesantren sebagai mitra dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya pertemuan ini. Program menuju Eco Pesantren menjadi langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kesadaran lingkungan,utamanya di lingkungan pesantren. Ke depan, kami berkomitmen untuk melakukan pemilahan sampah serta mengelolanya dengan baik sebelum dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sehingga volume sampah yang dikirim dapat diminimalkan,” ungkapnya.

Yusri, S.Kom., M.Si., selaku Pengelola Teknis Kebijakan Pusdal LH Sulawesi dan Maluku memaparkan konsep dasar implementasi Program Eco Pesantren yang menitikberatkan pada perubahan perilaku warga pesantren dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersedianya sarana pengelolaan sampah, tetapi juga dari terbentuknya budaya peduli lingkungan melalui edukasi, pembiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya, serta keterlibatan aktif seluruh unsur pesantren, mulai dari pimpinan, tenaga pendidik, santri, hingga tenaga kependidikan.

 

Sementara itu, Apriyadi, S.H., M.Ling., selaku Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda, menyampaikan lebih rinci lagi, sejumlah rekomendasi teknis yang perlu menjadi perhatian dalam mewujudkan Eco Pesantren. Di antaranya adalah penyediaan fasilitas pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu; pembentukan tim atau kader lingkungan di lingkungan pesantren; penyusunan standar operasional pengelolaan sampah; pelaksanaan kegiatan edukasi secara berkala; serta pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan penguatan kerja sama dengan bank sampah atau pihak pengelola sampah yang berizin.

Melalui kolaborasi ini diharapkan tercipta sistem pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga mampu membangun budaya ramah lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.

 

Melalui kegiatan ini, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku menegaskan komitmennya untuk terus memperluas sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kehadiran program Menuju Eco Pesantren diharapkan menjadi salah satu model pembinaan lingkungan hidup berbasis pendidikan keagamaan yang dapat melahirkan generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan serta mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami
Halo Pusdal LH Suma
Tulis Pesan Anda
Halo dan selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?