Dewan Penasehat DWP KLH/BPLH Hadiri Puncak HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46, Perkuat Peran Keluarga dalam Mendukung Asta Cita dan Pembangunan Berkelanjutan

Makassar, 11 Juli 2026 – Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Ibu Alia Febyani Jumhur Hidayat, menghadiri rangkaian Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang diselenggarakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7).

 

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Alia didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma), Hj. Sukreni Azri Rasul, DWP Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (Gakkum LH) Wilayah Sulawesi Ibu Etrisia Ihsan dan Sekretaris DWP Pusdal Suma Ibu Fauziah Samra. Kehadiran DWP KLH/BPLH menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan sinergi lintas sektor dalam pemberdayaan keluarga, pengembangan ekonomi masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.

 

Rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 tersebut meliputi Pameran Dekranas di Trans Studio Mall Makassar serta Puncak HKG PKK ke-54 yang dipusatkan di Hotel Claro Makassar. Kegiatan diikuti oleh pengurus TP-PKK, Dekranas, organisasi perempuan, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.

 

Puncak HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi pembangunan nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang maju, tangguh, dan berkelanjutan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum TP-PKK Pusat menekankan bahwa Gerakan PKK merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas keluarga melalui implementasi 10 Program Pokok PKK. Program tersebut telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

 

Dewan Penasehat DWP KLH/BPLH, Alia Febyani Jumhur Hidayat, menyampaikan bahwa semangat pemberdayaan keluarga yang diusung dalam peringatan HKG PKK sejalan dengan upaya KLH/BPLH dalam membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari rumah tangga.

“Keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun perilaku peduli lingkungan. Ketika setiap keluarga membiasakan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat air dan energi, serta memanfaatkan kembali barang yang masih bernilai, maka kontribusi terhadap perlindungan lingkungan akan semakin besar. Perubahan kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan menghasilkan dampak yang besar bagi keberlanjutan lingkungan,” ujar Alia.

 

Menurutnya, organisasi perempuan memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan hidup. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan pemberdayaan, perempuan dapat menjadi motor penggerak lahirnya keluarga yang sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.

 

Sementara itu, Ketua DWP Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Hj. Sukreni Azri Rasul, mengatakan bahwa DWP memiliki peran penting dalam mendukung program-program KLH/BPLH melalui edukasi lingkungan berbasis keluarga.

“Kami percaya bahwa perubahan perilaku dimulai dari rumah. Karena itu, DWP terus mendorong anggota dan masyarakat untuk menerapkan kebiasaan sederhana yang berdampak besar, seperti memilah sampah dari sumber, mengurangi sampah plastik, dan memanfaatkan sampah organik. Ketika keluarga menjadi pelopor, maka gerakan peduli lingkungan akan tumbuh lebih luas di masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa DWP Pusdal LH Sulawesi dan Maluku terus berkomitmen membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan literasi lingkungan, khususnya di kalangan perempuan dan keluarga.

“Pemberdayaan keluarga tidak hanya berbicara tentang peningkatan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga bagaimana membangun keluarga yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Sukreni.

 

Partisipasi DWP KLH/BPLH dalam kegiatan nasional ini juga menjadi momentum untuk memperkuat jejaring dan berbagi praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan usaha mikro, ekonomi kreatif, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

 

Melalui berbagai kegiatan pameran, para peserta memperoleh kesempatan untuk melihat beragam produk unggulan daerah yang dihasilkan oleh pelaku UMKM dan industri kerajinan. Pengembangan UMKM berbasis sumber daya lokal dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

 

Sejalan dengan komitmen KLH/BPLH, penguatan ekonomi masyarakat juga diharapkan berjalan beriringan dengan upaya perlindungan lingkungan melalui penerapan produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab, efisiensi penggunaan sumber daya, serta pengurangan timbulan sampah.

 

Melalui keikutsertaan dalam Puncak HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46, DWP KLH/BPLH menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, masyarakat yang berdaya, serta lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat implementasi program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan keluarga, pelestarian lingkungan, dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami
Halo Pusdal LH Suma
Tulis Pesan Anda
Halo dan selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?