Makassar, Sebagai tindak lanjut serius atas peringatan dini bahaya banjir dari BMKG, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH SUMA) – KLH/BPLH hari ini hadir dalam gerakan masif di Kota Makassar. Bersinergi dengan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar dan Pemerintah Kota Makassar, bersama elemen masyarakat hadir dalam “Aksi Bersih Kanal Perumnas” pada Jumat (5/12) di Jalan Letjen Hertasning, Kecamatan Rappocini Kota Makassar.
Kegiatan ini secara tegas sebagai panggilan untuk mengubah perilaku masyarakat agar kebersihan lingkungan menjadi budaya dalam kesehariannya.

Upaya Cegah Banjir tak Bisa Hanya Aksi Sesaat
Kepala Pusat Pengendali Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku – KLH/BPLH, Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., menuturkan bahwa upaya pencegahan banjir tidak bisa hanya mengandalkan aksi sesaat.
“Jangan sampai kota Makassar menjadi kota yang kotor. Kami mengajak agar semua pihak bisa terus bersama melaksanakan aksi bersih tidak hanya untuk hari ini, namun bisa menjadi kebiasaan sehari-hari,” tegas Azri Rasul.

Ia juga menyoroti dampak lingkungan dari kebiasaan yang buruk tanpa memperdulikan lingkungannya. “Jangan sembarang membuang sampah, terutama di kanal, karena bisa berdampak kepada makhluk hidup yang ada di perairan. Kunci utama agar Kota Makassar menjadi kota sehat serta terhindar dari banjir adalah dengan melakukan pemilahan sampah dari hulu,”pesannya.
Sinergi untuk Dukung Perubahan Perilaku
Aksi yang dimulai pukul 06.00 Wita ini merupakan contoh nyata kolaborasi antar lembaga. General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin menyatakan bahwa kami mendukung penuh upaya aksi nyata peduli lingkungan. Pihaknya berpartisipasi aktif menjaga kanal dari sampah agar dimusim penghujan ini tidak terjadi kebanjiran.
“Sebagai salah satu wujud dukungan, kami memberikan sembako kepada satgas kanal dan petugas kebersihan, serta menyerahkan trash barrier sampah untuk penahan sampah di kanal,” ujarnya.

Kehadiran Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Camat Rappocini, Dewan TLSP Kota Makassar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dan jajaran Bidang Wilayah II Pusdal LH Sulawesi Maluku-KLH. Hal ini menguatkan pesan bahwa kebersihan dan banjir adalah prioritas bersama dengan masyarakat.


