Sinergi Ambon Bersih: Camat, Lurah, dan Horeka Digenjot Tangani Sampah di Sumber

Ambon, Upaya Pemerintah Kota Ambon dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan semakin serius. Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku -Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Sampah untuk memperkuat peran Camat, Lurah/Raja Desa, dan Pengelola HOREKA atau sektor Hotel, Restoran, Kafe di Balaikota Ambon, Kamis (13/11) bertempat di Gedung Vlissingen-Balaikota, Ambon

 

Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Kota Ambon, Roberd Sapulette, S.T., M.T. Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari sinergi bersama inisiasi dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku serta Dinas Lingkungan dan Persampahan Kota Ambon, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antar sektor yang dikenal sebagai model Pentahelix, sejalan dengan amanat UU Nomor 32 Tahun 2009.

Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Sulawesi Maluku-KLH/BPLH Suwardi, S.T.P., M.Si., menekankan bahwa tanggung jawab pengelolaan lingkungan tidak hanya berada di tangan pemerintah. “Pihak OPD di Kota Ambon terutama para Camat harus berfungsi sebagai koordinator utama untuk mengintegrasikan program kebersihan lintas kelurahan dan desa, serta melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan kebijakan sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah dan Raja Desa juga diminta untuk menjadi pelaksana operasional di tingkat masyarakat. Peran mereka sebagai garda terdepan di masyarakat sangat penting. meliputi pengaturan lokasi TPS, jadwal pengangkutan, serta intensif melakukan edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan membina kelompok pengelola seperti Bank Sampah.

Sektor HOREKA menjadi fokus utama karena perannya sebagai salah satu penyumbang timbulan sampah terbesar di perkotaan pariwisata. Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gasperz, S.STP., M.Si., mendesak pelaku usaha untuk segera menerapkan pemilahan di sumber, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengelola limbah organik melalui sistem ‘food waste management’.

Kegiatan ini mencatat tingkat partisipasi yang sangat tinggi, mencapai 130 peserta dari target 100 orang. Sinergi antara pemerintah sebagai regulator dan pelaku usaha serta masyarakat sebagai partisipan ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target “Kota Ambon Bersih”, mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA, dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *