Perkuat Kinerja Pengelolaan Sampah dan SIPSN, Pusdal LH SUMA Latih Puluhan Tenaga Teknis di Prov. Sulut

Manado, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku- Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penginputan Data Pengelolaan Sampah ke dalam Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada tanggal 5–6 November 2025 di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

 

Bimtek ini bertujuan sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) daerah dalam melakukan penginputan data pengelolaan sampah secara akurat, lengkap, dan tepat waktu ke dalam aplikasi SIPSN dan merupakan bagian dari mandat Pusdal LH Sulawesi dan Maluku dalam memberikan dukungan substantif pengendalian lingkungan hidup di tingkat wilayah, khususnya pembinaan penerapan instrumen perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup oleh pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pertemuan ini memiliki 4 (empat) sasaran sasaran, yakni; Memberikan pemahaman teknis mengenai fungsi dan fitur aplikasi SIPSN; Melatih peserta dalam melakukan input data pengelolaan sampah sesuai standar nasional; Mengidentifikasi kendala yang dihadapi daerah dalam proses pelaporan dan memberikan solusi teknis serta Mendorong konsistensi dan keberlanjutan pelaporan data SIPSN oleh pemerintah daerah.

 

Bimtek ini dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku-KLH/BPLH, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, Dra. Febie B. Rondonuwu, M.Si., serta Kepala Bidang Wilayah I Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Bapak Andi Samra Salam, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Dr. Azri Rasul menekankan pentingnya kesesuaian antara data yang diinput dalam aplikasi SIPSN dengan kondisi faktual di lapangan.

“Rekan-rekan akan mendampingi dan melihat secara detail cara mengisi aplikasi SIPSN secara tepat sesuai dengan fakta di lapangan. Saat ini terdapat 343 TPA di seluruh kabupaten dan kota yang akan kami verifikasi menggunakan foto satelit untuk dilaporkan ke KLHK. Pada kesempatan ini juga kami bahas langkah-langkah penyelesaian bagi daerah yang terkena sanksi administratif agar dapat segera melakukan perbaikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Azri menyampaikan bahwa Tim Adipura akan turun ke lapangan pada bulan ini untuk memantau tahap kedua upaya pengelolaan sampah di daerah.

“Bimbingan teknis ini sangat penting agar data yang diinput dan fakta di lapangan dapat selaras,” kuncinya.

Pada hari pertama kegiatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara, Dra. Febie B. Rondonuwu, M.Si., memberikan materi terkait pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan keakuratan dan validitas data pengelolaan sampah di SIPSN.

Para peserta kemudian mengikuti sesi praktik langsung yang difasilitasi oleh tim teknis Pusdal LH Sulawesi dan Maluku. Sesi ini meliputi pembuatan akun operator, pengisian formulir data, proses validasi, hingga tahapan verifikasi yang dilakukan oleh tim verifikator wilayah.

Melalui pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi operator dan pengelola data SIPSN yang kompeten, sehingga pelaporan data pengelolaan sampah di wilayah Sulawesi dan Maluku dapat berjalan lebih transparan, akurat, dan berkesinambungan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pelaporan berbasis data dan mendukung tercapainya pengelolaan sampah berkelanjutan menuju Indonesia Bersih 2025.

 

Seperti yang diberitakan, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) merupakan platform digital yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghimpun dan menyajikan data pengelolaan sampah secara nasional. Melalui sistem ini, Pemerintah Daerah Kab/Kota dapat melaporkan data mengenai timbulan sampah, jenis dan sumber sampah, serta fasilitas pengelolaan seperti TPS, TPS 3R, TPA, dan bank sampah secara daring.

SIPSN berperan penting sebagai alat bantu pengambilan keputusan berbasis data, sekaligus mendukung kebijakan pengelolaan sampah yang terukur, efektif, dan berkelanjutan. Meski demikian, masih terdapat tantangan di lapangan, seperti keterbatasan kapasitas SDM dalam memahami alur penginputan data, kurangnya pengetahuan terhadap standar pelaporan, serta minimnya pelatihan teknis bagi operator daerah.

 

Dalam bimtek ini, hadir secara daring perwakilan dari Direktorat Penanganan Sampah, Bapak Adi Fajar Ramli. Peserta kegiatan terdiri atas perwakilan dari: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo; Petugas teknis pengelola data pengelolaan sampah; Operator aplikasi SIPSN daerah; serta Instansi terkait lainnya yang bertugas dalam bidang pengelolaan sampah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *