Maros, Sebagai upaya mengurangi timbunan sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan membangun budaya peduli lingkungan di kalangan santri, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (PUSDAL LH) Sulawesi-Maluku bersama Pesantren IMMIM Putra Makassar mencanangkan Gerakan Eco-Pesantren melalui kegiatan bertajuk “Kick Off Pesantren IMMIM Menuju Eco-Pesantren” pada Senin (3/11) di Pesantren Immim Putera Moncongloe Kab.Maros
Kegiatan ini menjadi momentum penting dimulainya gerakan sistematis pengelolaan lingkungan di lingkungan pesantren, dengan fokus utama pada pengurangan sampah dari sumbernya (reduce at source), penghijauan kawasan, serta pelibatan aktif para santri sebagai agen perubahan.

Gerakan ini diawali dengan pelantikan Tim Pengendali Lingkungan Pondok (TPLP) dan Tim Hijau Santri yang terdiri dari perwakilan siswa, guru dan warga sekolah, dua tim yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 091/Pest.IMMIM/XI/2025. Kedua tim tersebut berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan pesantren yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Dalam diskusi Ketua Yayasan Dana Islamic Center IMMIM Dr. Nur Fadjri Fadeli Luran, S.P., M.Pd menegaskan bahw Eco-Pesantren bukan sekadar label, melainkan sebuah tanggung jawab moral dan spiritual.
“Menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan adalah bagian dari iman. Santri harus menjadi teladan, bukan hanya dalam ibadah, tapi juga dalam kepedulian terhadap bumi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PUSDAL LH Suma Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H. menyampaikan apresiasi kepada Pesantren IMMIM atas inisiatifnya menjadi pelopor gerakan ramah lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman.
“Upaya mencegah sampah masuk ke TPA dimulai dari tempat-tempat pendidikan seperti pesantren. Jika setiap santri mampu mengelola sampahnya, maka volume sampah yang berakhir di TPA bisa ditekan secara signifikan,” pesannya.

Bantuan Pohon dan Simbol Komitmen Hijau
Sebagai wujud kolaborasi nyata, PUSDAL LH Suma menyerahkan bantuan bibit pohon kepada pihak pesantren. Sebanyak 500 bibit diserahkan langsung, kemudian ditanam secara simbolis oleh pimpinan pesantren, santri, dan perwakilan tamu undangan di area pesantren.Adapun bibit pohon yang ditanam antara lain; Rambutan, Durian, Langsat, Jambu biji, Daun salam, Nyatoh dan Tabebuya.
Penanaman pohon ini menjadi simbol dari komitmen bersama untuk menghijaukan kawasan pesantren sekaligus memperbaiki kualitas udara, keindahan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga menandai dimulainya gerakan penghijauan yang akan dilanjutkan secara bertahap oleh Tim Hijau Santri di berbagai titik kawasan pondok.

Tak hanya itu, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Ramah Lingkungan Pesantren IMMIM, yang diikuti oleh seluruh unsur pesantren — mulai dari pimpinan, pengurus asrama, tenaga pendidik, hingga para santri. “Komitmen ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas. Ini adalah niat bersama untuk menjadikan IMMIM sebagai pesantren yang mampu mengelola lingkungannya secara mandiri dan berkelanjutan,” tutur salah satu anggota TPLP usai pelantikan.

Salah satu misi utama dari gerakan ini adalah mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA melalui penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan pondok. Santri diajak untuk memilah sampah organik dan anorganik, memanfaatkan kembali barang bekas, serta mengolah sisa makanan menjadi kompos.
PUSDAL LH SUMA-KLH juga berencana mendampingi pesantren dalam pengelolaan sampah seperti komposter organic, budidaya BSF serta bank sampah santri, yang nantinya dapat menjadi laboratorium edukasi lingkungan. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembelajaran ekologis berbasis praktik langsung.
“Tujuan akhirnya adalah nol sampah ke TPA. Artinya, semua sampah dikelola di dalam pesantren, baik dengan daur ulang maupun pemanfaatan ulang. Ini adalah wujud nyata kontribusi pesantren terhadap pengurangan emisi dan pencemaran,” jelas Kapusdal LH SUMA-KLH Dr. Azri Rasul.

Melalui kegiatan ini, Pesantren IMMIM menegaskan tekadnya untuk menjadi contoh lembaga pendidikan berbasis lingkungan di Kab. Maros. Gerakan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi pesantren-pesantren lain dalam membangun kesadaran ekologis di kalangan santri.
Langkah Lanjutan: Dari Gerakan Menuju Budaya
Pasca peluncuran gerakan ini, Tim Pengendali Lingkungan Pondok bersama Tim Hijau Santri bersinergi dalam capaian tersebut. Fokus utamanya meliputi, antara lain; Pengurangan sampah harian melalui sistem pemilahan di asrama; Pengelolaan sampah organik menjadi kompos untuk keperluan taman pesantren; Pembuatan area hijau dan taman santri sebagai ruang edukasi lingkungan; Kegiatan edukasi lingkungan seperti lomba kebersihan, ceramah tematik, dan pelatihan daur ulang kreatif.

Pesantren juga berencana menjadikan program ini sebagai bagian dari kurikulum karakter dan pembinaan santri, agar nilai-nilai cinta lingkungan tertanam secara spiritual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara PUSDAL LH Suma dan Pesantren IMMIM Putra menjadi bukti bahwa perubahan menuju lingkungan bersih dan lestari dapat dimulai dari lembaga pendidikan. Dengan semangat “Cegah Sampah Masuk ke TPA”, pesantren tidak hanya membentuk insan berakhlak mulia, tetapi juga generasi yang peduli pada bumi dan masa depan.
Gerakan Eco-Pesantren ini menjadi langkah awal menuju perubahan besar dari pesantren yang bersih, hijau, dan mandiri energi, menuju pondok peradaban yang berdaya dan berwawasan lingkungan.

