Manado, 29 Juli 2026– Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku berkontribusi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) Kota Manado, Rabu (29/7). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado sebagai bagian dari proses penyusunan dokumen RPPLH yang akan menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis daya dukung serta daya tampung lingkungan hidup.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Drs. Ponto Wuisang K., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penyusunan RPPLH sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ke dalam kebijakan pembangunan daerah. Beliau berharap proses penyusunan dokumen dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif serta mampu menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Kota Manado saat ini maupun di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku diwakili oleh Try Novianto W., S.T., M.Si. yang menyampaikan materi mengenai “Kebijakan Penyusunan Dokumen dan Materi Teknis RPPLH”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa RPPLH merupakan dokumen strategis yang disusun berdasarkan inventarisasi lingkungan hidup, analisis daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, serta proyeksi kebutuhan pembangunan daerah sehingga mampu menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, rencana, dan program pembangunan yang berkelanjutan.

Selain itu, disampaikan pula bahwa penyusunan RPPLH harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, disusun secara ilmiah, partisipatif, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat menjadi faktor penting agar dokumen RPPLH tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga mampu diimplementasikan secara efektif dalam pengelolaan lingkungan hidup di daerah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Prof. Zetly Talmood, pakar lingkungan dari Universitas Sam Ratulangi, bersama Dr. Hendrik S., pakar Perencanaan Wilayah dari Universitas Klabat yang juga merupakan tim penyusun Dokumen RPPLH Kota Manado. Keduanya memaparkan hasil Analisis Strategis Lingkungan Hidup dan Sintesis Isu Prioritas RPPLH Kota Manado, yang menjadi dasar dalam penyusunan arah kebijakan dan strategi perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup di Kota Manado.

Melalui proses analisis yang telah dilakukan, teridentifikasi enam isu prioritas lingkungan hidup yang memerlukan perhatian bersama dalam penyusunan RPPLH Kota Manado, yaitu persampahan dan pengelolaan limbah, banjir perkotaan, degradasi daerah aliran sungai (DAS), abrasi pesisir dan degradasi mangrove, pencemaran air, serta perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca (GRK). Keenam isu tersebut dinilai memiliki keterkaitan yang erat dengan kondisi lingkungan hidup, kualitas pelayanan publik, serta keberlanjutan pembangunan Kota Manado di masa depan.

Diskusi yang berlangsung dalam FGD melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terhadap hasil identifikasi isu prioritas serta merumuskan arah kebijakan yang tepat dalam dokumen RPPLH. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif, berbasis data ilmiah, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Melalui kontribusi dalam kegiatan ini, Bidang Wilayah I Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah daerah dalam penyusunan dokumen RPPLH yang berkualitas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta mampu menjadi landasan bagi terwujudnya pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup demi meningkatkan kualitas lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Kota Manado.

