Pusdal LH SUMA dan Kemenag Sulsel Perkuat Sinergi Ekoteologi untuk Mendorong Perubahan Perilaku Masyarakat

Makassar – Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku (SUMA) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dalam mendorong kesadaran ekoteologi dan tobat ekologis sebagai bagian dari upaya membangun perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

 

Sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Nuri No. 53, Tamarunang, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, pada Rabu pagi, mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai. Pertemuan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Pd.I., bersama jajaran pejabat dan pegawai Kemenag Sulsel, serta Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H.

 

Pertemuan tersebut menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pendekatan keagamaan dengan agenda perlindungan dan pengendalian lingkungan hidup. Melalui pendekatan ekoteologi, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia terhadap alam dan seluruh ciptaan.

 

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, menegaskan bahwa ekoteologi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar persoalan kebersihan lingkungan. Menurutnya, lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang terdiri atas berbagai unsur yang memiliki nilai dan membutuhkan perhatian serta penghormatan dari manusia.

“Persoalannya bukan hanya kebersihan. Persoalannya semuanya. Semua yang ada di alam ini harus dijaga. Semuanya membutuhkan penghormatan dan peran,” jelas Ali Yafid.

 

Pandangan tersebut menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dimaknai sebatas membersihkan halaman, mengelola sampah, menanam pohon, maupun menjaga kebersihan fasilitas umum. Lebih dari itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sebagai kesadaran, sikap, dan tanggung jawab moral yang diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.

 

Dalam konteks tersebut, pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi dalam membangun kesadaran, sementara pengetahuan dan praktik pengelolaan lingkungan menjadi instrumen untuk menerjemahkan nilai tersebut ke dalam tindakan nyata.

 

Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, mengatakan bahwa sinergi antara sektor lingkungan hidup dan keagamaan perlu terus diperkuat karena memiliki potensi besar dalam membangun kesadaran ekologis secara lebih luas.

“Penguatan kesadaran lingkungan tidak cukup hanya dengan menyampaikan informasi tentang lingkungan. Kita perlu membangun kesadaran yang berangkat dari nilai dan keyakinan, kemudian diterjemahkan dalam tindakan nyata,” ujar Dr.Azri Rasul.

 

Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan seperti madrasah, pesantren, dan satuan pendidikan lainnya memiliki posisi strategis dalam membentuk perilaku generasi muda. Lembaga tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk membangun kecerdasan intelektual dan spiritual, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai pusat pembelajaran dan praktik ekologis.

 

Karena itu, kolaborasi Pusdal LH SUMA dan Kanwil Kemenag Sulsel diarahkan untuk memperkuat edukasi lingkungan yang tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta didik dan komunitas pendidikan diharapkan dapat terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman nyata dalam menjaga lingkungan.

“Ekoteologi harus kita dorong menjadi ekologi yang dipraktikkan. Nilai yang kita pahami harus melahirkan aksi, dan aksi tersebut harus menjadi kebiasaan,” tambah Azri.

 

Implementasi nilai tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana namun berdampak, seperti pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber, pengelolaan sampah organik, penghijauan, konservasi air, efisiensi energi, pemeliharaan ruang terbuka hijau, serta pembentukan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.

 

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang generasi muda terhadap lingkungan. Mereka tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga memahami alasan mengapa lingkungan harus dijaga. Dengan demikian, kesadaran ekologis tumbuh bukan semata-mata karena adanya aturan, melainkan karena adanya pemahaman bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.

 

Sebagai tindak lanjut dari sinergi tersebut, Pusdal LH SUMA dan Kanwil Kemenag Sulsel akan mendorong penguatan edukasi lingkungan melalui kegiatan Pramuka Madrasah tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Dalam kegiatan tersebut, edukasi lingkungan akan diisi oleh Pramuka Saka Kalpataru melalui pengenalan tiga Krida Lingkungan Hidup, yakni pengolahan sampah, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.

 

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan nilai-nilai lingkungan kepada generasi muda sekaligus mendorong mereka menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Agenda tersebut juga direncanakan dihadiri oleh Menteri Agama serta Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

“Ketika nilai keagamaan bertemu dengan pengetahuan lingkungan dan diwujudkan dalam aksi, maka kita tidak hanya berbicara tentang ekoteologi, tetapi sudah bergerak menuju aksi ekologi,” kata Azri.

 

Melalui sinergi tersebut, Pusdal LH SUMA dan Kanwil Kemenag Sulsel berkomitmen mendorong terbentuknya masyarakat yang memiliki kesadaran ekologis, menjadikan nilai agama sebagai landasan kepedulian terhadap lingkungan, serta membangun kebiasaan nyata dalam menjaga kelestarian alam.

 

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat pendidikan lingkungan, membangun karakter generasi muda, dan pada akhirnya mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan yang lebih bersih, sehat, berkelanjutan, serta selaras dengan lingkungan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hubungi Kami
Halo Pusdal LH Suma
Tulis Pesan Anda
Halo dan selamat datang. Ada yang bisa saya bantu?