Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pemkot Makassar Gelar Aksi Bersih Massal dan Kampanye Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

MAKASSAR – Mewakili Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma), Kepala Bidang Wilayah II Pusdal LH Sulawesi Maluku, Arnianah Alwi, S.Si., M.Si., bersama Kepala Balai Penegakan Hukum LH Wilayah Sulawesi, Muhammad Ihsan, S.P., menghadiri perhelatan akbar Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) Tahun 2026 di Kota Makassar, Sabtu (06/06/2026). Kegiatan strategis yang dipusatkan di Balai Kota Makassar hingga kawasan Makassar Creative Hub (MCH) Nusantara ini mengangkat tema utama mengenai pelestarian lingkungan hidup, percepatan pemulihan lahan, dan perkuatan tata kelola pengelolaan sampah berkelanjutan guna mewujudkan visi zero waste.

Rangkaian perhelatan akbar ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi dan tindak lanjut nyata dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2026 serta Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 28 Tahun 2026. Aksi kolaboratif ini dirancang untuk mengikis ego sektoral dan mengintegrasikan gerak seluruh elemen pemerintahan, kementerian/lembaga vertikal, penggiat komunitas, hingga institusi pendidikan dalam satu gerakan kebersihan yang solid.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WITA dan dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, S.H., berlangsung sangat meriah dan dipenuhi antusiasme tinggi dari ratusan warga. Hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Makassar Hj. Aliyah Mustika Ilham, S.E., M.A.P., Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Hj. Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar Dr. Andi Zulkifly Nanda, S.STP., M.Si., serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Dr. Helmi Budiman, S.STP., M.M. Kehadiran para asisten, staf ahli, jajaran kepala SKPD, Ketua Tim Ahli Wali Kota Andi Hudli, S.H., serta para camat se-Kota Makassar menegaskan komitmen penuh jajaran birokrasi lokal terhadap kelestarian lingkungan kota.

Dari unsur vertikal Kementerian Lingkungan Hidup, kehadiran Kabidwil II Pusdal LH Sulawesi Maluku Arnianah Alwi turut didampingi oleh Kasubag T.U Pusdal LH, Rina Triany M, S.E., M.A.P., beserta seluruh jajaran staf teknis. Dukungan juga datang secara penuh dari anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, komunitas penggiat lingkungan hidup se-Kota Makassar, kader PKK Kelurahan Bulogading, perwakilan siswa-siswi sekolah, hingga Satgas Kebersihan Kecamatan Ujung Tanah yang bahu-membahu menyukseskan aksi di lapangan.

Dalam sambutan resminya, Wali Kota Makassar Munafri “Appi” Arifuddin mengungkapkan apresiasinya yang mendalam atas partisipasi masif dan sinergi yang terjalin erat antara jajaran pemerintah pusat, daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa peringatan HLHS tidak boleh terjebak dalam lingkaran seremonial tahunan belaka, melainkan wajib menjadi katalisator utama untuk mengakar-tumbuhkan kebiasaan hidup bersih yang konsisten di tengah masyarakat.

“Semoga gerakan baik ini tidak hanya berlangsung pada hari ini saja. Jika bisa, kita laksanakan setiap hari agar Kota Makassar yang kita cintai dapat menjadi kota yang bersih, aman, dan indah dipandang mata. Kita mulai dengan gerakan bersih ini yang melibatkan seluruh komponen Kota Makassar. Mari menjaga kebersihan lingkungan dari diri sendiri; perhatikan sampah di sekitar kita, kumpulkan dan buang pada tempatnya agar fasilitas publik dapat menuju kondisi zero waste,” ujar Munafri “Appi” Arifuddin.

Setelah prosesi pembukaan resmi di Balai Kota, ratusan peserta langsung melaksanakan aksi konkret berupa plogging—jalan santai interaktif sembari memungut sampah—menyusuri rute protokol sepanjang Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Pattimura, Jalan Penghibur, hingga Jalan Nusantara, dan berakhir di Makassar Creative Hub (MCH). Dalam aksi nyata yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut, tim berhasil mengamankan total 136,47 kilogram sampah yang langsung dipilah secara presisi di lokasi penimbangan dengan rincian sebagai berikut:

  • Sampah Anorganik: 28,70 kg
  • Sampah Organik: 35,12 kg
  • Sampah Residu: 68,55 kg
  • Bahan Berbahaya & Beracun (B3): 4,10 kg

Sementara itu,  Arnianah Alwi, di sela-sela kegiatan Talkshow Lingkungan yang digelar interaktif di MCH Nusantara menuturkan bahwa momentum HLHS 2026 ini harus menjadi tonggak transisi pengelolaan sampah dari paradigma lama kumpul-angkut-buang menuju pendekatan sirkular berbasis pemilahan dan pemanfaatan teknologi modern.

“Sinergi yang ditunjukkan hari ini, mulai dari peluncuran Reverse Vending Machine (RVM) untuk botol plastik hingga pelaksanaan talkshow edukatif, membuktikan bahwa Makassar siap mengadopsi instrumen sirkular. Kami di Pusdal LH terus mendorong agar regulasi dan implementasi di tingkat daerah berjalan selaras, sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya bernilai guna,” tutur Arnianah Alwi.

Langkah progresif ini selaras dengan arah kebijakan nasional dan pesan mendalam yang kerap ditekankan oleh Bapak Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Penyelamat Lingkungan Hidup (BPLH) Republik Indonesia, yang mengamanatkan bahwa instrumen perlindungan lingkungan harus bertumpu pada penegakan hukum yang tegas, edukasi masif, serta penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang inklusif di setiap ruang urban demi menekan laju perubahan iklim dan degradasi ekosistem.

Puncak peringatan HLHS 2026 di Kota Makassar yang bergaung kuat diseluruh Nusantara ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran ekologis urban. Agenda ini ditutup secara khidmat dengan keikutsertaan seluruh jajaran pejabat dan peserta dalam telekonferensi serta siaran streaming nasional langsung bersama Presiden Republik Indonesia, guna menyatukan visi pelestarian alam dari tingkat pusat hingga daerah secara terintegrasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *