Makassar, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH SUMA)-KLH/BPLH bersama Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (PPGLH)-KLH/BPLH menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Gerakan Pilah Sampah (GPS). Bertempat di Gedung Rachmat Witoelar, Kantor Pusdal LH Sulawesi Maluku pada Jumat (21/11), pertemuan ini menyepakati pelibatan Tim Penggerak PKK sebagai ujung tombak edukasi dalam salah satu ‘Pogram Dasa Wisma PKK, yaitu; Kelestarian Lingkungan Hidup’ guna mendukung target nasional pengelolaan sampah.

Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Pembinaan Perilaku Peduli Lingkungan Hidup, Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc. memaparkan strategi teknis pelibatan masyarakat. Ia menekankan bahwa perubahan perilaku harus dimulai dari unit terkecil, yakni rumah tangga.
“Pelibatan dari Kader-kader PKK yang akan berperan sebagai edukator Gerakan Pilah Sampah. Mereka akan melakukan edukasi dengan bersentuhan langsung di masyarakat. Capaian ini nantinya disinergikan dengan program pemerintah kota maupun kabupaten,” ujar Tenaga Ahli Menteri LH/BPLH Bidang Pembinaan Perilaku Peduli Lingkungan Hidup.

Senada hal tersebut, Kepala Bidang Wilayah II Pusdal LH SUMA, Arnianah Alwi, S.Si., M.Si., mewakili Kepala Pusat Pengendalian LH Sulawesi Maluku-KLH/BPLH mengungkapkan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut instruksi dari Bapak Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH. Tujuannya adalah mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
“Berdasarkan mandat Perpres 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 bahwa target sampah terkelola ditetapkan sebesar 51,2 persen pada 2025, serta harus mencapai 100 persen pada tahun 2029. Gerakan ini sangat tepat dilakukan secara kolaboratif agar target tersebut tercapai,” pesannya.

Di sisi lain, Koordinator Pusat Pengembangan Wirausaha Kreatif PPGLH, Dadang Kusbiantoro, S.E., M.M. turut menyoroti aspek ekonomi dari pemilahan sampah. Pentingnya pembekalan teknis kepada perangkat RT dan RW agar masyarakat tidak hanya memilah, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi.
“Kami akan memberikan informasi agar masyarakat memahami cara memilah sampah yang benar sehingga hasil olahan tersebut bisa menghasilkan cuan. Gerakan serupa sudah sukses dilakukan di berbagai kota besar di Indonesia,” jelasnya.

Kegiatan Gerakan Pilah Sampah (GPS) ini dijadwalkan akan dilaksanakan secara serentak di Makassar pada awal Desember mendatang. Rapat persiapan ini turut dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas LH Kota Makassar dan perwakilan Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kota Makassar.

