Ambon, Kawasan konservasi mangrove di Desa Negeri Paso, Kota Ambon, menjadi saksi bisu kolaborasi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir. pada Selasa (10/03/), Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku – KLH menggandeng komunitas lokal melakukan aksi bersih sebagai bentuk komitmen terhadap kelestarian lingkungan Maluku.
Dipimpin langsung oleh Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., aksi ini melibatkan jajaran Bidang Wilayah III yang dinakhodai oleh Suwardi, S.T.P., M.Si. Tak sekadar seremonial, kegiatan ini turut diperkuat oleh energi dari komunitas Green Moluccas dan Bank Sampah Ambon Hijau.

Bukan Sekadar Memungut, Tapi Memilah
Sebanyak 30 peserta menyisir sela-sela akar mangrove yang kerap menjadi “perangkap” bagi sampah kiriman maupun domestik. Dalam waktu singkat, aksi ini berhasil mengumpulkan total 93,45 kg sampah yang terbagi dalam 9 kantong besar. Angka tersebut menunjukkan potret tantangan sampah di pesisir:
- 6,15 kg sampah plastik terpilah.
- 60,25 kg sampah campuran plastik dan organik.
- 28,05 kg sampah residu.

Membangun Ekonomi Sirkular
Dr. Azri Rasul menekankan bahwa aksi ini tidak berhenti pada pengumpulan sampah semata.
“Sampah yang kita kumpulkan hari ini langsung dipilah dan dikelola oleh Bank Sampah Unit Ambon Hijau. Ini adalah edukasi bagi masyarakat bahwa sampah yang dikelola dengan benar memiliki nilai lebih,” ungkapnya di sela-sela aksi.

Sampah-sampah yang memiliki nilai ekonomis selanjutnya disalurkan ke PT. MLA (Milion Limbah Ambon) untuk diproses lebih lanjut. Pola ini membuktikan bahwa perlindungan alam di Negeri Paso dapat berjalan beriringan dengan konsep ekonomi sirkular, di mana limbah kembali menjadi sumber daya.

Aksi bersih di Negeri Paso ini diharapkan menjadi pemantik bagi warga Kota Ambon lainnya untuk lebih peduli terhadap keberadaan hutan mangrove sebagai benteng pertahanan pesisir dari abrasi dan rumah bagi keanekaragaman hayati.


