Pusdal LH Sulawesi Maluku-KLH Dukung Peningkatan Kapasitas Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

Makassar, Kepala Pusat Pengendalian LH Sulawesi Maluku, Sekretariat Utama KLH/BPLH Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H. menghadiri acara penutupan “Pelatihan Penghitungan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca National Determined Contributions (NDCs): Sektor Pertanian” di Swiss-Belhotel Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (26/06/2025).

Dalam sambutannya, Kapusdal LH SUMA menyampaikan bahwa pihaknya diberikan mandat untuk memastikan kebijakan KLH termasuk pembinaan hingga pengawasan kinerja di wilayah kerja Sulawesi dan Maluku yang meliputi 8 (delapan) Provinsi serta 102 Kabupaten/Kota.

Ia berpesan bahwa Bukan saja hal yang berada diatas dilangit, tetapi ini juga berkaitan dengan yang ada di bumi kita. Sehingga dengan kegiatan pelatihan ini, Kita dapat melakukan peningkatan kapasitas serta melakukan tindak lanjut melaksanakan tugas ini dilapangan.”Termasuk pada sektor pertanian dan sektor lainnya yang terdampak dari Gas Rumah Kaca atau GRK, dengan mandat yang diberikan dapat lebih masif dan menyentuh di ranah kebijakan pemda/pemkot,” jelasnya.

Senada hal tersebut dalam sambutannya, Irawan Asaad, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi KLH/BPLH mengungkapkan bahwa sesuai arahan dari Bapak Menteri LH/ Kepala BPLH untuk bekerja di tapak, Kita semua harus terlibat tanpa melihat latar belakang dalam mendukung mitigasi perubahan iklim.

Lebih lanjut diungkapkan bahwa semoga dengan modul pedoman perhitungan emisi GRK seperti sektor pertanian dan sektor-sektor lainnya. “Hal ini dapat direalisasikan dan dikerjakan dengan target penurunan emisi. Hal ini sebagai salah satu langkah dalam menanggulangi perubahan iklim.

Hal ini bukan saja berkisar pada pertemuan saja tapi kedepannya kita ingin menunjukkan pada dunia secara global bahwa kita melakukan aksi-aksi mitigasi terhadap perubahan iklim.

“Kita menunjukkan pada dunia internasional bahwa kita adalah salah satu Bangsa yang mencintai lingkungannya,” pungkas Irawan Asaad yang juga didaulat sebagai National Project Director NC4-BTR1.

Untuk diketahui, Fourth National Communication and First Biennial Transparency Report (NC4-BTR1) adalah program yang mendukung Pemerintah Indonesia dalam melakukan kegiatan yang diperlukan untuk penyusunan dokumen Fourth National Communication (NC4) dan First Biennial Transparency Report (BTR1).

Tujuannya adalah agar memenuhi komitmen Indonesia terhadap UNFCCC. “Salah satu kegiatan yang diperlukan adalah pelatihan untuk peningkatan kapasitas pengampu sektor NDC dalam mencapai penghitungan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Pelatihan yang berlangsung selama 2 (dua) hari ini turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Pertanian, Pemprov Sulsel, KLH dan Pusdal LH SUMA dan PMU NC4-BTR1 serta para Tim Pakar.

Adapun agenda meteri yakni; Pengenalan IGRK Pertanian, Inventarisasi GRK dan MPV, Skenario Baseline dan Mitigasi,Pedoman Penghitungan Pengurangan Emisi sub-sektor persawahan, Latihan penghitungan pengurangan emisi sub-sektor persawahan, Pedoman penghitungan pengurangan emisi sub-sektor peternakan, Latihan penghitungan pengurangan emisi sub-sektor peternakan serta diskusi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *