AMBON – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Sulawesi dan Maluku melakukan kunjungan lapangan strategis ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Toisapu, Kota Ambon, pada Senin (08/03/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi operasional serta mengidentifikasi tantangan pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.
Melalui kunjungan ini, Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., didampingi Kabidwil III, Suwardi, S.T.P., M.Si. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Benel Gaspersz, S.STP., M.Si., beserta jajaran terkait.

Ia menegaskan bahwa koordinasi yang kuat dengan DLHP Kota Ambon sangat krusial, mengingat pada tahun 2026 ini Pusdal LH Suma diamanahkan untuk melakukan pembinaan terhadap 10 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Berdasarkan data jembatan timbang di lokasi, TPA Toisapu rata-rata menerima beban sampah mencapai 196 ton per hari. Saat ini, pihak pengelola tengah berupaya melakukan transisi menuju sistem controlled landfill dengan aktivitas penimbunan sampah secara berkala satu hingga dua kali seminggu.

Namun, peninjauan lapangan mengungkap sejumlah fakta yang memerlukan perhatian serius, antara lain:
- Infrastruktur: Akses jalan menuju TPA masih banyak yang berlubang dan pagar kawasan belum menyeluruh, sehingga hewan ternak (anjing dan sapi) masih bebas masuk ke area operasional.
- Sistem Lingkungan: Belum tersedianya fasilitas penangkapan gas metana serta ketiadaan sumur pantau untuk memonitor dampak lingkungan.
- Pengolahan Limbah: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terpantau tergenang akibat tidak adanya saluran pembuangan (outfall), yang berisiko menyebabkan air lindi mencemari sumber air tanah dan permukaan di sekitar lokasi.
Di balik tantangan tersebut, TPA Toisapu juga menjadi tumpuan ekonomi bagi masyarakat. Tercatat sebanyak 230 pemulung menggantungkan hidup di lokasi ini dengan rata-rata penghasilan mencapai Rp1.000.000 per bulan dari aktivitas pemilahan sampah.
Lewat kunjungan ini, Pusdal LH Sulawesi dan Maluku menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan teknis dan penguatan kapasitas bagi pemerintah daerah.
“Kami berharap temuan lapangan ini menjadi dasar perbaikan nyata. Tujuannya jelas: agar pengelolaan sampah di Kota Ambon menjadi lebih efektif, aman bagi kesehatan, dan ramah lingkungan,” ujar Dr. Azri Rasul di sela peninjauan.

Diharapkan dengan adanya pembinaan berkelanjutan, TPA Toisapu dapat segera membenahi sistem IPAL dan infrastruktur pendukungnya demi perlindungan lingkungan hidup di wilayah Maluku yang lebih baik.

