Belanja Iya, Sampah Jangan: Aksi Korve Pusdal LH Sulawesi dan Maluku di Pasar Mandai Berhasil Angkut 508 Kg Sampah Plastik

Makassar – Kesadaran akan kebersihan lingkungan di pusat ekonomi kerakyatan terus dipacu. Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH SUMA) bersama Pemerintah Kelurahan Sudiang menggelar aksi nyata bertajuk “Gerakan Aksi Indonesia Asri”. Kegiatan korve atau kerja bakti massal ini dipusatkan di Pasar Mandai, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, Makassar, pada Rabu (11/02/2026).

 

Aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini bukan sekadar seremoni. Hasilnya pun cukup mencengangkan; tim gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 508 kilogram sampah plastik yang selama ini mengendap di sudut-sudut pasar.

Kolaborasi Lintas Instansi demi Lingkungan

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Pusdal LH SUMA, Dr. Azri Rasul, SKM, M.Si, MH. Kehadirannya didampingi oleh jajaran pejabat Kepala Kepala Bidang Wilayah II, Arnianah Alwi, S.Si., M.Si.,  Kepala Tata Usaha Pusdal LH Suma, Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P., Turut memberikan dukungan teknis, Raden Roro Roery Triana. S.Sos selaku Kepala Tata Usaha UPT Gakkum Wilayah Sulawesi beserta jajaran juga hadir di lokasi. Dari pihak kewilayahan, Lurah Sudiang, Ario Ahmad Fausi, S.STP, beserta Kasubbag Ratih Kurniasi dan komandan Satgas Kebersihan,

Kehadiran para pimpinan instansi ini menunjukkan bahwa urusan sampah plastik sudah masuk dalam kategori darurat yang memerlukan penanganan terpadu dari tingkat pusat hingga kelurahan. Pasar Mandai dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai urat nadi ekonomi warga di Kelurahan Sudiang, pasar ini menjadi tempat pertemuan ribuan orang setiap harinya. Volume transaksi yang tinggi berbanding lurus dengan produksi limbah, terutama plastik sekali pakai.

“Pasar Mandai sering kali menjadi potensi timbulan sampahnya sangat besar, Menurutnya, pasar tradisional adalah titik kritis dalam sistem pengelolaan limbah kota”tegas Dr. Azri Rasul di sela-sela kegiatan.

Jika pasar bersih, maka wajah lingkungan di sekitarnya akan mengikuti, peserta yang terdiri dari pegawai Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, staf kelurahan, dan relawan satgas kebersihan bergerak menyisir area pasar. Dengan berbekal sapu lidi, sarung tangan pelindung, dan karung sampah, para peserta dibagi menjadi beberapa tim kecil.

Tim Pertama difokuskan untuk memburu sampah anorganik, khususnya botol plastik, kantong kresek, dan kemasan produk pabrikan yang sulit terurai. Sementara Tim Kedua menangani sampah organik sisa sayuran dan buah-buahan untuk dipisahkan agar tidak menimbulkan bau menyengat.

Proses pembersihan berlangsung selama tiga jam di bawah cuaca Makassar yang diguyur hujan sejak pagi, aksi ini berhasil mengumpulkan 37 kantong sampah berukuran besar terisi penuh. Saat ditimbang, total berat sampah yang terkumpul mencapai 508 kg. Angka ini didominasi oleh sampah plastik ringan namun bervolume besar, yang menunjukkan betapa masifnya penggunaan plastik sekali pakai di kalangan pedagang dan pembeli.

Edukasi di Balik “Belanja Iya, Sampah Jangan”

Lurah Sudiang, Ario Ahmad Fausi, mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Pusdal LH Sulawesi dan Maluku. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bukan hanya mengangkut sampah, tapi mengubah pola pikir masyarakat.

 

Kapusdal LH Sulawesi dan Maluku menambahkan bahwa Gerakan Aksi Indonesia Asri di Sulawesi tidak akan berhenti di Pasar Mandai. Pihaknya berencana mengagendakan aksi rutin setiap bulan. Pusdal LH SUMA menargetkan setidaknya 10 pasar tradisional di Makassar dapat tersentuh program serupa sepanjang tahun 2026. Sebagai langkah keberlanjutan, pemerintah juga akan memasang tempat sampah terpilah dengan branding “Indonesia Asri” agar warga terbiasa memisahkan sampah sejak dari tangan pertama.

Gerakan ini merupakan bagian dari mandat Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong partisipasi lintas sektor. Dengan integrasi antara edukasi dan aksi lapangan, diharapkan masalah pencemaran lingkungan di wilayah Sulawesi dapat ditekan.

 

Penutupan aksi ditandai dengan pengangkutan seluruh sampah yang terkumpul menggunakan truk dinas kebersihan menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *