Pusdal LH Sulawesi dan Maluku Bersihkan GOR Sudiang, 538 Kg Sampah Berhasil Diangkut

MAKASSAR (03/02/2026) – Sebagai langkah konkret dalam menanggapi isu nasional terkait pengelolaan sampah, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku di bawah naungan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH menggelar aksi bersih lingkungan di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Sudiang, Kota Makassar, pada Selasa pagi.

 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Lingkungan Hidup mengenai komitmen nyata dalam menjaga kebersihan serta kualitas lingkungan perkotaan. Tercatat, sebanyak 538 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam aksi tersebut.

Respons Cepat Terhadap Isu Nasional

Aksi ini bukan sekadar pembersihan rutin, melainkan upaya mitigasi atas kekhawatiran nasional. Dalam pidatonya baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi urgensi masalah sampah yang krusial.

 

“Hampir seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan akan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) pada tahun 2028. Oleh karena itu, sinergi antara pusat dan daerah sangat mendesak dilakukan,” tegas Presiden dalam arahannya yang menjadi latar belakang kegiatan ini.

 

Kegiatan bersih-bersih ini melibatkan sekitar 50 staf Pusdal LH Sulawesi dan Maluku yang berasal dari bagian Tata Usaha dan Bidang Wilayah 2. Kehadiran mereka didukung penuh oleh jajaran Pemerintah Daerah melalui Kelurahan Sudiang Raya. Kepala Pusdal LH Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P., memimpin langsung jalannya aksi di lapangan. Turut hadir pula Kepala Seksi Tata Kebersihan Kelurahan Sudiang Raya, Dedi Samsudi, sebagai bentuk dukungan koordinasi lokal.

Sejak pagi hari, para peserta bergotong royong menyisir area sekitar lapangan, drainase, hingga ruang publik di GOR Sudiang. Hasilnya, petugas mengumpulkan 538 kilogram sampah yang dikemas ke dalam 39 kantong sampah besar.

 

Berdasarkan klasifikasinya, sampah tersebut didominasi oleh:

* Sampah Anorganik: Botol plastik minuman dan kemasan makanan.

* Residu: Sampah rumah tangga dan sisa material lainnya.

 

Selain fisik pembersihan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di fasilitas umum agar lebih bijak dalam mengelola sampah plastik.

Seluruh sampah yang terkumpul kini telah dikelola sesuai prosedur dengan koordinasi pihak terkait. Pusdal LH Sulawesi dan Maluku menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak kelurahan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif dan menjadi standar budaya bersih yang berkelanjutan di Makassar.

 

Melalui aksi nyata ini, pemerintah berharap para kepala daerah lainnya juga segera mengambil langkah serupa guna memperbaiki manajemen persampahan sebelum mencapai ambang batas proyeksi tahun 2028.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *