MAMUJU, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) terus memperluas kolaborasi strategis dalam upaya pelestarian lingkungan melalui penguatan peran keluarga. Pada Kamis, 9 April 2026, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Hidup antara Pusdal LH Suma dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Sulawesi Barat menjadi provinsi kedua setelah Sulawesi Selatan yang meresmikan kerja sama ini di tingkat daerah.

Integrasi Isu Lingkungan dalam Pembangunan Keluarga
Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar dalam sambutannya menyoroti berbagai tantangan di wilayahnya, mulai dari angka kematian ibu dan bayi, pernikahan dini, kemiskinan, hingga permasalahan sampah. Melalui kerja sama ini, BKKBN siap mengerahkan 417 tenaga penyuluh yang tersebar di 6 kabupaten untuk memberikan edukasi terintegrasi kepada masyarakat.
“Kerja sama ini menjadi poin penting bagi masyarakat. Dengan dukungan penyuluh di lapangan, kita dapat menyisipkan pesan pengelolaan lingkungan di dalam program kependudukan,” ungkap Kaper BKKBN Sulbar. Keluarga sebagai Kunci Pengelolaan Sampah.

Kapusdal LH Suma menekankan bahwa penyelesaian masalah lingkungan harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
“Jika permasalahan di tingkat keluarga dapat diselesaikan, maka permasalahan lingkungan juga akan teratasi. Kami berharap ada pemilahan sampah dari internal rumah tangga agar beban TPA tidak cepat penuh,” ujar Kapus.

Salah satu inovasi yang akan disinergikan adalah program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak). Program unggulan Kemendukbangga ini fokus pada peningkatan kualitas daycare untuk mencegah stunting dan mendukung produktivitas orang tua. Melalui program TAMASYA, edukasi pengelolaan sampah akan diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini. Pusdal LH Suma juga berkomitmen untuk mendalami program prioritas Kemendukbangga guna menyusun strategi bersama saat berhadapan dengan Pemerintah Daerah maupun sektor swasta. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kualitas kependudukan, tetapi juga membangun budaya sadar lingkungan yang berkelanjutan di Sulawesi Barat.


