HPSN 2026: Ramadhan Tak Surutkan Semangat Korvei

Makassar (22/02/2026) – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku – KLH/BPLH (Pusdal LH Suma – KLH/BPLH) menggelar Korvei Aksi Bersih di Kampung Batu Tambung, Kelurahan Pai. Sebanyak 1.621 kilogram sampah dikumpulkan oleh 151 peserta meski berlangsung di bulan suci Ramadhan.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri yang selaras dengan Asta Cita pemerintah serta diperkuat melalui pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Aksi difokuskan pada pembersihan sejumlah sudut kampung, pinggir jalan, selokan, hingga titik TPS liar yang selama ini menjadi sumber persoalan lingkungan di kawasan tersebut.

151 Peserta Bersihkan Titik Rawan Sampah

Kegiatan dipimpin Kepala Pusdal LH Suma, Dr. Azri Rasul, S.K.M., M.Si., M.H., yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P., bersama jajaran internal dan Kepala Bidang Wilayah II. Dari unsur pemerintah setempat, hadir Lurah Pai, Andi Nur Ikhwan, S.STP., didampingi Kasubag, Kasubur, jajaran kelurahan, serta RT, RW, dan masyarakat Kampung Batu Tambung.

Aksi ini dilaksanakan setelah komunikasi intensif antara Lurah Pai dengan para Ketua RT dan RW setempat menyusul keluhan warga terkait penumpukan sampah liar. Lokasi Kampung Batu Tambung yang berada di pinggir jalan raya kerap menjadi titik buang sampah dari luar wilayah, sehingga memerlukan penanganan terpadu.

 

Sebanyak 31 kantong sampah berhasil dikumpulkan dengan total berat 1.621 kilogram (1,6 ton), terdiri atas 1,2 ton sampah organik dan 421 kilogram sampah anorganik. Sampah yang diangkat meliputi limbah rumah tangga, plastik kemasan, botol bekas, serta material campuran yang menyumbat selokan.

Pemilahan di TPS3R, Residu ke TPA

Seluruh sampah hasil korvei diangkut menggunakan kendaraan persampahan Kelurahan Pai menuju fasilitas TPS3R untuk dipilah. Sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis ditimbang guna memberikan nilai tambah melalui daur ulang. Sementara residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali akan diangkut dengan truk persampahan menuju tempat pemrosesan akhir.

Pendekatan ini menegaskan bahwa aksi bersih tidak berhenti pada pengangkutan, tetapi berlanjut pada pengelolaan berkelanjutan. Edukasi kepada warga tentang pentingnya memilah sampah dari sumber juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

 

Dari Korvei ke Komitmen, Bukan Sekadar Aksi Simbolik

Dalam sambutan yang disampaikan melalui perwakilan, Kepala Pusdal LH Suma menekankan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab kolektif.

“Sampah adalah masalah bersama, dan solusinya juga harus kolektif. Hari ini, kita tidak hanya membersihkan Kampung Batu Tambung, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa setiap individu bertanggung jawab atas lingkungannya,” ujar Rina Triany menyampaikan pesan Kapus.

Ia menegaskan bahwa momentum HPSN 2026 harus menjadi titik balik perubahan perilaku, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Penguatan KIE di tingkat kelurahan dan RT/RW diharapkan mampu mencegah munculnya kembali TPS liar di lokasi yang sama.

 

Andi Nur Ikhwan mengapresiasi dukungan Pusdal LH Suma.

“Kampung Batu Tambung sering menjadi penampung sampah dari sekitar karena lokasinya strategis di pinggir jalan raya. Kolaborasi seperti ini sangat membantu kami menjaga kebersihan dan mendorong warga untuk memilah sampah dari sumber,” ujarnya.

Meski dilaksanakan di bulan Ramadhan, semangat gotong royong tidak surut. Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan dapat tumbuh melalui kolaborasi nyata antara pemerintah dan warga. HPSN 2026 di Kampung Batu Tambung menjadi bukti bahwa aksi kolektif mampu menghadirkan perubahan konkret bagi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *