1,35 Ton Sampah Terkumpul, Edukasi Lingkungan Diperkuat

Makassar (16/02/26) — Korvei aksi bersih Gerakan Indonesia Asri di Pasar Niaga Daya berhasil mengumpulkan 1,35 ton sampah. Kegiatan ini dipimpin Pusdal LH Sulawesi dan Maluku–KLH/BPLH bersama pemerintah setempat, aparat, pedagang, dan masyarakat.

Aksi bersih digelar sebagai bagian penguatan pengendalian sampah di kawasan pasar tradisional yang memiliki aktivitas tinggi setiap hari. Sebanyak 150 orang yang terdiri atas unsur pemerintah, aparat keamanan, pengelola pasar, pedagang, dan warga terlibat langsung dalam kegiatan ini. Pasar Niaga Daya dipilih karena menjadi pusat perputaran ekonomi dan interaksi masyarakat di wilayah tersebut.

 

Kegiatan dipimpin Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku–KLH/BPLH, Dr. Azri Rasul, didampingi Kepala Bidang Wilayah II Arnianah Alwi, S.Si., M.Si., serta Kepala Subbagian Tata Usaha Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P., bersama seluruh staf Bidang Wilayah II dan Bagian Tata Usaha.

Turut hadir Lurah Daya Andhyka Agrianto, S.STP, didampingi Kasubbag Adi Sumo dan Pengawas Kebersihan Jumriati. Kepala Pasar Daya Sofian Evendi, S.T., juga terlibat bersama jajaran Polsek Biringkanaya, pedagang, dan pengunjung pasar.

 

Edukasi Lingkungan dan Dukungan Asta Cita

Dalam sambutannya, Dr. Azri Rasul menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri tidak hanya berfokus pada aksi bersih, tetapi juga perubahan perilaku.

“Pasar merupakan ruang publik yang strategis. Jika pengelolaan sampah dilakukan dari sumbernya, maka dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Gerakan Indonesia Asri adalah langkah konkret mendukung Asta Cita melalui penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE),” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan pasar bersih, sehat, dan berkelanjutan.

 

1,35 Ton Sampah Dipilah dan Diangkut

Dari hasil korvei, terkumpul 1,35 ton sampah yang terdiri atas 35 kilogram sampah organik dan sekitar 1 ton sampah nonorganik. Sampah dikumpulkan dari area lapak pedagang, jalur distribusi, dan titik penumpukan sementara.

Tim kemudian melakukan pemilahan sebelum sampah diangkut ke fasilitas pengelolaan. Proses ini sekaligus menjadi edukasi langsung kepada pedagang dan pengunjung tentang pentingnya pemilahan sampah.

 

Gerakan Indonesia Asri di Pasar Niaga Daya menjadi wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat pengendalian sampah, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta menjaga kebersihan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *