Makassar – Upaya mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih dan berkelanjutan kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. Kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku (Pusdal LH Suma) menggandeng Pemerintah Kelurahan Pai serta berbagai instansi teknis untuk menggelar aksi bersih-bersih bertajuk “Gerakan Indonesia Asri”.
Kegiatan yang berpusat di sepanjang ruas protokol Jalan Perintis Kemerdekaan KM 17, Kecamatan Biringkanaya, Makassar ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi multisektor dalam menangani persoalan sampah di kawasan strategis.

Aksi yang dimulai tepat pukul 07.30 WITA ini bukan sekadar agenda rutin pembersihan jalan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang sejalan dengan visi besar Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia untuk menciptakan Indonesia bebas sampah plastik.
Koordinator Lapangan sekaligus Analis SDM Ahli Muda Pusdal LH Suma, Hamzah Kadang, S.E., menyatakan bahwa Gerakan Indonesia Asri dirancang sebagai stimulan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.
“Kami tidak hanya ingin membersihkan sampah yang terlihat hari ini. Fokus utama kami adalah membangun budaya peduli. Kegiatan ini mengajak masyarakat dan instansi terkait untuk menyadari bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan,” tegas Hamzah di sela-sela kegiatan.

Kehadiran Tokoh dan Instansi Terkait
Keberhasilan aksi ini didukung oleh partisipasi aktif berbagai pimpinan instansi yang bermarkas di wilayah sekitar.
- Ikhwan, S.STP. (Lurah Pai) bersama Firman (Pengawas Kebersihan Kelurahan Pai).
- Amir, S.Hut. (Kasubag Tata Usaha BPTH Wilayah Makassar).
- Zaenal Abidin, SP., MP. (Kepala Balai Besar Pertanian).
- Euis Ratnasari, ST., M.Si. (Kepala Balai Industri Makassar).
- Perwakilan staf dari SMK Kehutanan dan Balai Transportasi Darat Wilayah Kelas II Sulawesi Selatan.
Lurah Pai, Ikhwan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pusdal LH Suma. Menurutnya, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 17 merupakan wajah wilayahnya yang memiliki mobilitas penduduk sangat tinggi, sehingga potensi tumpukan sampah plastik di bahu jalan menjadi tantangan tersendiri.
“Kolaborasi ini sangat luar biasa. Kami berharap sinergi ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi agenda rutin yang mampu melibatkan lebih banyak elemen warga sipil agar lingkungan yang bersih, sehat, dan asri dapat benar-benar terwujud secara permanen,” ujar Ikhwan.

Dalam pelaksanaan aksi tersebut, semangat gotong royong terlihat jelas dari 121 orang peserta yang terjun langsung ke lapangan. Para peserta yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), tenaga kontrak, hingga pelajar, menyisir area pedestrian dan saluran air di sepanjang KM 17.
Berdasarkan laporan hasil pengumpulan, tim berhasil mengamankan total 21 kantong sampah dengan berat keseluruhan mencapai 287 kg. Menariknya, panitia melakukan pemilahan jenis sampah untuk memberikan edukasi mengenai manajemen limbah:
- Sampah Organik: Terkumpul sebanyak 39 kg, yang umumnya terdiri dari ranting pohon dan daun kering.
- Sampah Anorganik: Terkumpul sebanyak 248 kg, didominasi oleh botol plastik, kemasan makanan, dan limbah plastik lainnya.

Tingginya angka sampah anorganik (plastik) menjadi catatan penting bahwa penggunaan plastik sekali pakai masih sangat masif di masyarakat. Hal ini memperkuat urgensi “Gerakan Indonesia Asri” sebagai langkah preventif agar sampah-sampah tersebut tidak berakhir di saluran drainase yang dapat memicu banjir saat musim hujan.
Kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan urat nadi transportasi di Makassar yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah penyangga seperti Maros. Dengan menjaga kebersihan di area ini, Pusdal LH Suma dan Kelurahan Pai secara tidak langsung memberikan citra positif bagi Kota Makassar di mata pengguna jalan.

Secara teknis, gerakan ini juga merupakan bentuk implementasi dari kebijakan pengelolaan sampah nasional yang mendorong pengurangan sampah plastik dari sumbernya. Melalui aksi nyata ini, diharapkan masyarakat di sekitar Kelurahan Pai terinspirasi untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri di rumah masing-masing.
Kegiatan berakhir dengan suasana penuh kebersamaan. Seluruh pihak yang terlibat menegaskan komitmen mereka untuk terus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui penguatan peran kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat luas guna mewujudkan kawasan perkotaan yang berkelanjutan.


