Wujudkan Instruksi Presiden, Kolaborasi BANGGA Bersih Kumpulkan 1,1 Ton Sampah di Tallo

Makassar – Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan merealisasikan instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui aksi lingkungan bertajuk “BANGGA Bersih” (BKKBN Bergerak untuk Lingkungan Bersih) di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, pada Jumat (06/02/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang bertujuan menciptakan lingkungan bersih, tertata, dan aman guna meningkatkan daya tarik ruang publik serta pariwisata.

Aksi ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi Presiden kepada para Kepala Daerah dalam Taklimat Presiden pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sebanyak kurang lebih 200 partisipan berkolaborasi dalam kegiatan ini, yang meliputi:

Pusdal LH Sulawesi dan Maluku does kill oleh Arnianah Alwi, S.Si., M.Si. (Kabid Wilayah II) dan Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P. (Kasubbag TU) dan jajaran, DLHK Provinsi Sulsel, DLHK Kota Makassar, dan Dinas Pengendalian Penduduk & KB Kota Makassar,BSI Cabang Pettarani, DPC IPeKB Kota Makassar, Forum GENRE Sulsel, serta masyarakat setempat yang didampingi Lurah Rappokalling, Ismail, S.Sos.

“Kegiatan merupakan aksi nyata kami dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan pemerintah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap kerja bakti rutin setiap minggu menjadi budaya baru di tengah masyarakat.” Tegas Kabid Wil 2 Pusdal LH Suma

Membersihkan Sampah hingga Residu

Sesuai dengan arahan untuk membersihkan lingkungan dari sampah, baliho yang tidak pada tempatnya, hingga kabel semrawut, para peserta menyisir area pinggiran tol sejak pukul 06.30 WITA. Kerja bakti ini berhasil mengumpulkan 75 kantong sampah besar dengan total bobot 1.125 kilogram.

 

Sampah yang terkumpul diklasifikasikan menjadi dua kategori utama:

  • Sampah Anorganik: Didominasi botol plastik minuman dan kemasan makanan.
  • Residu: Sampah rumah tangga dan sisa material lainnya yang sulit didaur ulang.

“Kolaborasi lintas sektor ini sangat krusial untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat. Hasil hari ini, yakni pengumpulan 1.125 kg sampah, menunjukkan bahwa tantangan sampah anorganik dan residu masih besar“ ujar Kasubbag Tata Usaha, Rina Triany Muchsin, S.E., M.A.P.

Selain pengumpulan fisik, gerakan ini menekankan pentingnya pelaksanaan kerja bakti rutin setiap minggu sebagaimana tertuang dalam pilar Gerakan Indonesia ASRI. Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel menegaskan bahwa aksi ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat akan kelestarian lingkungan.

 

Pusdal LH Sulawesi dan Maluku berharap kolaborasi ini memperkuat standar budaya bersih di Makassar. Melalui aksi nyata ini, pemerintah pusat mendorong para kepala daerah lainnya untuk segera memperkuat manajemen persampahan demi mengantisipasi lonjakan sampah sebelum mencapai ambang batas proyeksi pada tahun 2028.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *